Bahlil Nggak Percaya Lifting Minyak 1,6 Juta Barel, 800-900 Ribu Masih Bisa

Bahlil Nggak Percaya Lifting Minyak 1,6 Juta Barel, 800-900 Ribu Masih Bisa

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 23 Jan 2026 13:57 WIB
Bahlil Nggak Percaya Lifting Minyak 1,6 Juta Barel, 800-900 Ribu Masih Bisa
Rapat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan jajaran dengan Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026).Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tidak terlalu percaya diri lifting minyak akan mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) pada 2029, seperti pada periode 1996-1997.

Bahlil mengatakan lifting minyak akan bisa mencapai 1,6 juta bph pada 2029 jika terdapat mukjizat.

"Saya tidak terlalu percaya bahwa kita bisa melakukan peningkatan lifting sampai dengan 2029, 1,6 juta (Bph). Menurut saya itu hanya Allah yang bisa memberikan kita. Kita fair-fair saja, kita enggak usah baku tipu dalam ruangan ini," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Bahlil bilang target lifting yang lebih realistis berada di kisaran 800 ribu hingga 900 ribu barel per hari pada tahun 2029.

"Tapi kalau 800 ribu, 900 ribu, insyaAllah masih bisa," katanya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Bahlil menekankan bahwa tantangan utama bukan hanya pada peningkatan lifting, melainkan bagaimana menyeimbangkan produksi minyak, kebutuhan BBM, dan tingkat konsumsi nasional.

Bahlil menyebutkan konsumsi nasional mencapai 39-40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 14 juta kiloliter. Pada 2025, impor bensin diperkirakan masih berada di kisaran 24-25 juta kiloliter.

Namun, dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dapat menambah produksi sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun, impor bensin pada 2026 diproyeksikan turun menjadi sekitar 19 juta kiloliter.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bahlil mendorong pemanfaatan energi nabati sebagai bagian dari strategi kemandirian energi nasional. Salah satunya melalui penggunaan etanol sebagai substitusi crude oil.

"Maka kita harus mempergunakan apa yang kita miliki yang namanya nabati. Ethanol itu adalah bagian terpenting dalam rangka melakukan subtitusi. Terhadap crude kita. Nah, ini bicara tentang kemandirian," katanya.

Simak juga Video 'Bahlil Cerita Drama di Balik Kebakaran RDMP Balikpapan 2024':

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads