Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran berdampak pada harga minyak dunia. Mengutip CNBC, investor khawatir potensi aksi militer ke Iran mendorong harga minyak melonjak.
"Kami sedang mengawasi Iran," kata Trump kepada wartawan di Air Force One seperti dikutip dari CNBC, Jumat (23/1/2026).
"Anda tahu, kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah sana dan kita akan lihat apa yang terjadi," sambung Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga mengulangi desakannya agar Teheran tidak memulai kembali program nuklirnya. Ancaman yang dilayangkan kepada Iran ini membuat para pelaku pasar energi dalam keadaan tegang.
Sebab Iran merupakan salah satu anggota OPEC sekaligus pemain utama di pasar minyak global. Di mana negara ini mampu memproduksi lebih dari 3 juta barel minyak per hari.
Harga minyak mengalami kenaikan cukup tinggi di sesi perdagangan Jumat pagi waktu AS. Padahal harga energi yang satu ini sempat turun sekitar 2% pada sesi sebelumnya.
Tolok ukur harga minyak internasional, Brent, untuk pengiriman Maret tercatat mengalami 1,8% menjadi US$ 65,20 per barel. Begitu juga dengan minyak mentah West Texas Intermediate AS pengiriman Maret ikut naik 1,8% menjadi US$ 60,44 per barel.
Sebelumnya analis energi Fitch Ratings mengatakan kepada CNBC, pelaku pasar saat ini tengah bersiap menghadapi fluktuasi harga lebih lanjut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, dan mengatakan bahwa serangan militer AS kemungkinan tidak akan secara signifikan mempengaruhi produksi minyak Iran.
"Gangguan signifikan terhadap produksi minyak Iran akan menaikkan harga, meskipun dampaknya masih terbatas mengingat kelebihan pasokan di pasar global," kata analis di Fitch Ratings Jumat (16/1) kemarin.
Selain itu, Amin Nasser selaku CEO perusahaan minyak Saudi Aramco juga mengatakan sektor energi global saat ini sangat tangguh dalam mengelola volatilitas apa pun yang mungkin terjadi.
Nasser mengatakan bahwa zaat ini pasar memiliki pasokan yang cukup. Sehingga risiko gangguan terhadap pasokan minyak Iran tidak akan begitu signifikan dirasakan.
"Jika Anda melihat dekade terakhir dan berapa banyak gangguan yang kita alami, pasar tetap terpasok dengan baik karena sumbernya juga tersebar," tambahnya.
(igo/hns)










































