Stok BBM di SPBU swasta seperti Shell kembali mengalami kelangkaan. Kondisi serupa sempat terjadi pada Januari dan Agustus 2025, lalu baru tersedia pada Desember melalui kerja sama dengan Pertamina.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebut proses perizinan impor sebenernya sudah berjalan. Sebagai informasi, badan usaha swasta memang memerlukan izin pemerintah untuk bisa mengimpor BBM.
"Yang ini kalau untuk izin impor itu kan prosesnya sudah berjalan," kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (30/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuliot menyebut SPBU swasta sudah bisa melaksanakan proses impor secara mandiri. Atau alternatif lainnya adalah bekerja sama dengan Pertamina untuk pengadaan BBM.
"Itu kan kemarin itu seharusnya SPBU swasta itu kan sudah bisa melaksanakan proses, apakah sendiri ataupun itu kalau memang belum mendapatkan sumber, itu kan bekerja sama dengan Pertamina," jelas Yuliot.
Yang pasti, sebut dia, Kementerian ESDM terus bersinergi agar ketersediaan BBM di SPBU swasta dan Pertamina terjamin. Menurut Yuliot, pihaknya juga terus melakukan evaluasi.
"Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM baik oleh Pertamina maupun oleh Badan Usaha, itu bisa tetap itu berjalan. Itu mungkin hal yang perlu kita evaluasi kembali," ujarnya.
Sementara itu, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengungkap saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku.
"Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini, sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami," ungkap Ingrid dilansir dari detikOto.
Simak juga Video 'Tok! Kuota Impor BBM SPBU Swasta Naik 10%':
(acd/acd)










































