Mengenal Terminal Khusus Kilang Balongan, Pemasok Energi ke Jakarta

Mengenal Terminal Khusus Kilang Balongan, Pemasok Energi ke Jakarta

Amanda Christabel - detikFinance
Sabtu, 31 Jan 2026 09:00 WIB
Mengenal Terminal Khusus Kilang Balongan, Pemasok Energi ke Jakarta
Kilang Balongan di Indramayu Jawa Barat.Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Terminal Khusus atau Jetty Kilang Balongan, fasilitas milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan, Indramayu, menjadi simpul strategis penyaluran produk energi nasional. Mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Khusus (BBK), hingga Non BBM dan Petrokimia.

Dari Jetty ini, pasokan energi nasional dipasok ke beberapa wilayah di Indonesia, khususnya untuk wilayah Jakarta, Banten dan sebagian besar Jawa Bagian Barat.

Terminal Khusus Kilang Balongan berfungsi sebagai terminal sekaligus pelabuhan khusus untuk pemuatan dan distribusi produk hasil olahan kilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan adalah pemuatan produk migas ke kapal tanker, seperti proses pemuatan Avtur ke kapal Pertamina International Shipping (PIS) Cinta yang berlangsung pada Kamis (29/1).

Section Head Supply Chain & Distribution KPI RU VI Balongan Ahmad Reza menjelaskan pendistribusian Avtur produksi Kilang Balongan dilakukan ke berbagai wilayah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Selain Jakarta dan sekitarnya juga untuk memenuhi kebutuhan kota lain, yakni Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, serta sejumlah daerah di kawasan Indonesia Timur, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan.

"Proses distribusi dimulai dari perencanaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pemuatan sebagian produk di Terminal Khusus Balongan. Kemudian setelah seluruh proses selesai, kapal diberangkatkan ke wilayah tujuan. Seluruh tahapan kami pastikan berjalan aman dan sesuai standar operasional," ujar Ahmad Reza dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026)

Kilang Balongan saat ini merupakan Unit Pengolahan Minyak Mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitas pengolahan kilang saat ini mencapai 150 ribu barel per hari (KBPD), dengan produk hasil pengolahan yakni Gasoline, Gasoil, Avtur dan Non BBM seperti Propylene dan LPG.

Kilang ini menjadi jantung pengolahan minyak mentah terutama di wilayah Jawa bagian Barat, karena hingga 82% hasil produksi digunakan ke Jakarta dan Jawa Barat, sisanya untuk wilayah Indonesia lainnya dan ekspor produk Decant Oil.

Kilang Balongan dilengkapi fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari daratan. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik sandar kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebagian produk, yang selanjutnya disalurkan ke dan dari kilang melalui pipa bawah laut.

Terdapat tiga fasilitas SPM dengan kapasitas berbeda, yang mampu melayani kapal tanker berukuran mulai dari 17.500 Dead Weight Ton (DWT) hingga 165.000 DWT.

Bahkan, SPM terbesar dapat menerima kapal tanker dengan muatan hingga sekitar satu juta barel, yang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku Kilang Balongan.

Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama dalam proses distribusi. Seluruh pergerakan kapal dipantau melalui sistem pelacakan GPS guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan meminimalkan potensi keterlambatan.

"Setiap tahapan distribusi kami lakukan dengan pengawasan dan verifikasi berlapis, agar produk energi yang dikirim dapat sampai ke daerah tujuan dengan aman, tepat waktu, dan berkualitas," terang Ahmad Reza.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan Kilang Unit Balongan merupakan salah satu fasilitas hilir Pertamina. Berlokasi di Kabupaten Indramayu, kilang ini memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan fasilitas Pertamina lainnya.

Yakni, lapangan migas Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang merupakan salah satu sumber bahan baku pengolahan di kilang.

Serta, konsumen hasil pengolahan kilang Balongan seperti PT Polytama Propindo, serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi salah satu pintu distribusi BBM dan LPG ke masyarakat.

"Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi memiliki fasilitas-fasilitas yang saling terkait yakni sektor hilir sebagai produsen migas dan sektor hilir sebagai pengolahan dan distribusi. Hal ini merupakan upaya optimalisasi infrastruktur Pertamina, sebagai wujud komitmen kami dalam melayani masyarakat Indonesia," jelas Baron.

Halaman 2 dari 2
(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads