Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan dialog dengan para petinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas dalam CEO Forum Awal Tahun 2026. Dialog dilakukan dalam rangka mengoptimalkan dan mengevaluasi secara menyeluruh capaian kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
"KKKS berperan di depan dan pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan lifting. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu sehingga iramanya bisa berjalan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).
Pada kesempatan itu, Bahlil mengapresiasi kinerja KKKS yang telah berupaya mengoptimalkan produksi migas hingga mencapai target lifting minyak bumi 605 ribu barel per hari pada 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Ibu pimpinan KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan lifting untuk tahun 2025. Saya atas nama pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada semua KKKS atas kontribusinya, atas kerja kerasnya dalam mencapai target lifting kita di tahun 2025 sebesar 605,300 ribu barel per day," tutur Bahlil.
Bahlil memastikan Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan terus mendampingi KKKS dalam mengoptimalkan kinerja, demi mencapai target lifting. Regulasi dipastikan berjalan sebagaimana mestinya, birokrasi diringkas, serta mengawal percepatan perizinan terutama yang melibatkan kementerian dan lembaga (K/L) lain.
Di kesempatan itu, Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Kathy Wu menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa menjaga konsistensi serta komitmen dalam menjalankan regulasi terkait minyak dan gas bumi di Indonesia. Hal itu agar proyek yang berjalan dapat dieksekusi dengan baik.
"Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting bahwa peraturan dan regulasi pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaan. Kami akan terus mendukung pemerintah untuk mewujudkan Astacita pada sektor energi," tutur Kathy.
Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah sehingga pihaknya dapat mencapai 15 ribu barel per hari. Dalam pengembangan proyek ke depan, ia juga menginginkan agar pemerintah dapat mendukung dalam menyelesaikan proses perizinan.
"Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat," ujar Wade.
Menutup dialog, Bahlil berharap kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah dan KKKS dapat terus berjalan baik supaya lifting migas terus meningkat dan mencapai target terutama untuk tahun ini.
"Terima kasih atas masukan Bapak Ibu semua. Saya mohon bantuan untuk kita berkolaborasi terus dalam rangka meningkatkan lifting dan tugas-tugas kita ke depan di tahun 2026," tutup Bahlil.
(aid/eds)










































