Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan sumber biaya proyek waste to energy alias 'sulap' sampah jadi tenaga listrik. Rencana pemerintah akan menggarap proyek tersebut di 34 titik seluruh Indonesia.
Purbaya menjelaskan sebagian besar besar bakal dibiayai oleh BPI Danantara. Presiden Prabowo Subianto menyatakan total investasi proyek pengolahan sampah itu bakal menyentuh US$ 3,5 miliar atau mencapai Rp 58,8 triliun (kurs Rp 16.800).
Sebagian lagi sumber biayanya berasal dari APBN, namun Purbaya tidak menyebut besarannya. Purbaya hanya mencontohkan salah satu proyek 'sulap' sampah jadi listrik di Surabaya yang dibiayai APBN Rp 60 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti ada sebagian yang dibayar oleh APBN. Kalau yang saya tahu kayak di Surabaya itu Rp 60 miliar pemerintah pusat bayar. Tapi itu sekalian biaya kebersihan," ujar Purbaya usai Rakornas Kepala Daerah di SICC, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo juga menyinggung soal pengelolaan sampah di Bali dalam paparannya saat Rakornas Kepala Daerah. Purbaya bilang sampai hari ini proyek pengelolaan sampah di Bali memang bertahun-tahun tak kunjung selesai, maka wajar saja kini masalah sampah di Bali jadi masalah.
"Bali itu bertahun-tahun debat terus. Nggak jadi-jadi tuh proyek sampahnya. Akhirnya jadi kotor sekali Bali," kata Purbaya.
Tempat penampungan sampah di Indonesia diprediksi sudah mengalami over cappacity alias kapasitas berlebih di tahun 2028 mendatang alias 2 tahun lagi.
Untuk menangani hal tersebut, pemerintah sudah menyiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi alias waste to energy. Dalam waktu dekat proyek ini akan dijalankan pada 34 titik di seluruh Indonesia.
(hal/hns)










































