Adik Prabowo Ungkap Banyak Tambang Ilegal Dibekingi Orang Kuat, Siapa?

Adik Prabowo Ungkap Banyak Tambang Ilegal Dibekingi Orang Kuat, Siapa?

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 03 Feb 2026 17:09 WIB
Adik Prabowo Ungkap Banyak Tambang Ilegal Dibekingi Orang Kuat, Siapa?
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan berbagai penindakan terhadap adanya tambang ilegal. Termasuk penertiban lokasi tambang ilegal di Raja Ampat.

Meskipun kata Hashim saat ini masih ada ratusan tambang ilegal beroperasi di Indonesia. Bahkan ada yang beroperasi di kawasan hutan lindung hingga taman nasional.

"Banyak tambang ilegal ini juga terdapat di dalam hutan-hutan itu, ya. Hutan lindung, Taman Nasional, termasuk Raja Ampat. Ada empat dan ada empat tambang secara sebetulnya melanggar aturan, yang saya dengar, tapi sudah ada tindakan dan ada ratusan tambang lainnya, ya," ujar Hashim dalam acara ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hashim, yang juga adik Prabowo ini, mengungkapkan sebagian besar tambang ilegal yang masih beroperasi tersebut dilindungi oleh orang-orang kuat.

"Dan ini masing-masing dibeking, kan ada istilah beking, sudah tahu, ya. Dibekingi, saya baru tahu ada istilah dibekingi, tidak sekarang bekingi, Pak ini ada khas Indonesia yang dibekingi. Dibekingi siapa?Ternyata dibekingi orang-orang kuat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Hashim bilang aktivitas tambang ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan bencana yang besar.

"So, ini ada kaitan juga dengan banyak yang tindakan ilegal. Ini mengakibatkan bencana alam, pak. Rakyat ratusan jadi korban, ya. So, ini, ini ada konsekuensi pidana, ya, ini ada konsekuensi pidana bagi pelaku-pelakunya," tegas Hashim.

Tonton juga video "Aksi Penembakan di Tambang Ilegal Sultra, 4 Oknum Polisi Diamankan"

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads