Proyek 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Groundbreaking Pertengahan Tahun

Proyek 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Groundbreaking Pertengahan Tahun

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 03 Feb 2026 22:27 WIB
Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik Groundbreaking Pertengahan Tahun
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Proyek waste to energy alias 'sulap' sampah jadi tenaga listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) groundbreaking atau peletakan batu pertama pada pertengahan tahun ini.

Rencana pemerintah akan menggarap proyek tersebut di 34 titik seluruh Indonesia. Namun pemerintah baru menetapkan menetapkan 10 lokasi pembangunan PLTSa.

"Jadi diharapkan tahun 2026 pertengahan ini sudah ada yang dilakukan groundbreaking," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuliot mengatakan dalam pembangunan PLTSa akan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun

"Jadi diharapkan itu nanti sekitar 2027 sudah ada yang mulai beroperasi," katanya.

ADVERTISEMENT

Yuliot menambahkan, nantinya PLN akan disubsidi pemerintah untuk dapat membeli listrik PLTSa tersebut. Hanya saja Yuliot belum menjelaskan detail subsidi yang akan diberikan kepada PLN.

"Ini untuk subsidi itu harus kita hitung lagi, berapa kapasitas yang tersedia, kemudian dari HPP PLN berapa, kemudian selisihnya itu akan dihitung sebagai subsidi," ujar Yuliot.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan sumber biaya proyek waste to energy alias 'sulap' sampah jadi tenaga listrik.

Purbaya menjelaskan sebagian besar besar bakal dibiayai oleh BPI Danantara. Presiden Prabowo Subianto menyatakan total investasi proyek pengolahan sampah itu bakal menyentuh US$ 3,5 miliar atau mencapai Rp 58,8 triliun (kurs Rp 16.800).

Sebagian lagi sumber biayanya berasal dari APBN, namun Purbaya tidak menyebut besarannya. Purbaya hanya mencontohkan salah satu proyek 'sulap' sampah jadi listrik di Surabaya yang dibiayai APBN Rp 60 miliar.

"Nanti ada sebagian yang dibayar oleh APBN. Kalau yang saya tahu kayak di Surabaya itu Rp 60 miliar pemerintah pusat bayar. Tapi itu sekalian biaya kebersihan," ujar Purbaya usai Rakornas Kepala Daerah di SICC, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Tonton juga video "Prabowo Kucurkan USD 3,5 M Buat Pengolahan Sampah"

(rea/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads