Mandek Bertahun-tahun, Blok Masela Akhirnya Bakal Groundbreaking

Mandek Bertahun-tahun, Blok Masela Akhirnya Bakal Groundbreaking

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 20:00 WIB
Mandek Bertahun-tahun, Blok Masela Akhirnya Bakal Groundbreaking
Foto: Reuters
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bicara mengenai nasib proyek lapangan gas abadi dalam hal ini Blok Masela yang terletak di Maluku. Proyek gas raksasa ini ditargetkan bisa groundbreaking dalam beberapa bulan mendatang setelah bertahun-tahun mangkrak.

Purbaya mengatakan awalnya mau membawa proyek tersebut ke Pokja Bottlenecking untuk mengetahui akar permasalahannya. Rupanya ada percepatan proses setelah ancaman itu.

"Ada satu ladang besar di abadi itu 20-an tahun mau dikerjakan sampai sekarang belum jalan-jalan juga. Saya tadinya mau bawa ke Pokja Bottlenecking untuk dieksekusi, baru mereka sekarang mempercepat prosesnya supaya tidak di bawa ke Pokja itu. Tetapi yang jelas, abadi itu akan groundbreaking dalam waktu beberapa bulan dari sekarang," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya Purbaya menjawab perihal turunnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, PNBP migas hampir pasti turun lantaran tidak ada eksplorasi baru.

"Jadi salah satu cara adalah mengundang investor baru domestik atau asing untuk melakukan eksplorasi di bidang migas atau mengekploitasi ladang-ladang yang sudah ditemukan," tegas Purbaya.

ADVERTISEMENT

"Tanpa penemuan ladang minyak dan gas baru, tanpa eksplorasi baru, kita nggak bisa menaikkan lifting dan lifting kita akan turun terus," imbuhnya.

Terkait proyek lapangan gas abadi di Blok Masela, sebelumnya diberitakan bahwa studi teknis Carbon Capture Storage (SSC) untuk memastikan kesiapan subsurface (bawah permukaan) sudah rampung. Dengan begitu, proyek itu siap menuju tahap Front-End Engineering Design (FEED) sejak November 2025.

Proyek lapangan gas itu diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 20,94 miliar atau sekitar Rp 341 triliun (kurs Rp 16.300 per US$). Pemerintah menargetkan proyek gas "jumbo" ini bisa beroperasi pada 2029 mendatang.

Kilang LNG ini ditargetkan akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat. Kehadirannya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads