Inalum Mau Bikin Anak Usaha, Bos Danantara Bilang Masih Dikaji

Inalum Mau Bikin Anak Usaha, Bos Danantara Bilang Masih Dikaji

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 21:05 WIB
Inalum Mau Bikin Anak Usaha, Bos Danantara Bilang Masih Dikaji
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria.Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membentuk anak usaha baru di tengah kebijakan Danantara melakukan pemangkasan jumlah BUMN hingga anak dan cucunya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria buka suara terkait rencana. Menurut Dony rencana tersebut masih di kaji dan belum diputuskan.

"Lagi kita kaji, nanti akan kita kabari," ujar Dony saat ditemui di DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya apakah rencana BUMN bikin anak usaha baru bertentangan dengan langkah pemangkasan BUMN yang sedang dijalan, Dony menegaskan pemangkasan dilakukan terhadap BUMN dan anak usahanya yang tidak memberikan kontribusi dan cenderung rugi.

"Yang kita pangkas itu kan yang memang tidak efektif dan kecil-kecil, anak cucu yang misalkan size nya kecil. Contoh kita punya air minum, kita punya travel agent kecil ya buat apa, kita punya misalkan Logistik, logistiknya tapi kecil skalanya. Nah itu yang kita pangkas, selama ini juga rugi, nah ini yang kita tutup," jelas Dony.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, Dony bilang Danantara tidak menutup kemungkinan adanya pembentukan anak usaha baru dari BUMN yang sudah ada. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan industri yang ada.

Dony mencontohkan, BUMN baru yang dibuat yakni Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). BUMN ini akan mengelola komoditas tambang tertentu.

"Tapi namanya industri berkembang tentu kita juga harus mengikuti kan. Contohnya misalkan ada Perminas, kemarin udah dijelasin sama Pak Rosan, Perminas itu untuk rare earth, karena memang kita butuh perusahaan larena kita punya rare earth," terang Dony.

Rencana Inalum

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berencana akan membentuk perusahaan baru untuk mengelola New Aluminium Smelter Mempawah. Inalum berencana membentuk perusahaan baru kala Danantara berencana melakukan pemangkasan jumlah BUMN secara besar-besaran.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan penambahan anak usaha ini dilakukan lantaran untuk melindungi bisnis inti perusahaan. Pasalnya, proyek smelter baru ini membutuhkan investasi yang besar.

"Jadi kan sebenarnya ada moratorium untuk tidak menambah anak perusahaan, cuma memang untuk pembangunan investasi ini kan angkanya besar. Jadi kita penginnya di refinancing terhadap existing Inalum, sehingga kita bisa lebih ngontrol risiko bisnis terhadap perusahaan yang baru," kata Melati di DPR, Jakarta, Kamis (20/11/2025) lalu.

Melati menegaskan, jika proyek smelter baru dimasukkan ke perusahaan induk, risiko terjadinya subsidi silang akan meningkat dan dapat membahayakan kinerja Inalum secara keseluruhan. Oleh kerenan itu, pembentukan perusahaan baru ini agar performa dan risiko dari smelter baru bisa dipantau secara terpisah dan lebih terukur.

"Karena kalau nanti digabungin, nanti kan ada subsidi silang segala macam itu lebih bahaya buat Inalumnya kan. Kalau dia secara monitoring, nanti performance dari perusahaan baru dengan smelter baru itu akan lebih bisa kita jagain," katanya.

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads