Harga minyak dunia naik. Kenaikan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di tengah negosiasi program nuklir Teheran.
Dilansir dari CNBC, Kamis (5/2/2026), minyak mentah AS West Texas Intermediate naik 3,05% atau US$ 1,93 menjadi US$ 65,14 per barel. Sementara itu, patokan harga minyak global Brent naik 3,16% atau US$ 2,13 menjadi US$ 69,46 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah Trump mengatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei seharusnya sangat khawatir terkait situasi yang berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan mengatakan dia seharusnya sangat khawatir. Ya, dia seharusnya khawatir. Seperti yang Anda ketahui, mereka sedang bernegosiasi dengan kita," kata Trump kepada NBC News dalam sebuah wawancara.
Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika negara itu tidak menyetujui kesepakatan yang mengatur program nuklirnya. Ia juga sempat mengancam akan campur tangan di pihak demonstran yang bangkit melawan Republik Islam pada Januari 2026, namun kemudian mundur dari tindakan militer.
Ketegangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Sebagaimana diketahui, Iran adalah anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak yang signifikan.
Pembicaraan antara AS dan Iran masih terbuka peluang untuk meredakan ketegangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan diskusi dengan AS tentang program nuklir Republik Islam akan berlangsung pada pukul 10 pagi hari Jumat (6/2) di Muscat, Oman.
Lihat juga Video: Harga Minyak Dunia Diprediksi Meroket Usai AS Serang Iran











































