Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang menjajaki rencana penerapan harga minimum mineral kritis bersama Meksiko, Uni Eropa dan Jepang.
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan kemitraan potensial tersebut akan mengatasi distorsi pasar global yang telah membuat rantai pasokan mineral kritis Amerika Utara rentan terhadap gangguan.
"AS dan Meksiko akan menjajaki cara menerapkan harga minimum untuk impor mineral kritis dan akan membahas bagaimana menerapkan harga minimum tersebut dalam perjanjian dengan negara lain," kata Greer dikutip dari CNBC, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, AS bekerja sama dengan Uni Eropa dan Jepang untuk mengembangkan kemitraan strategis mengenai mineral kritis yang juga dapat mencakup harga minimum. AS dan Uni Eropa berencana untuk menandatangani nota kesepahaman tentang keamanan rantai pasokan mineral kritis dalam 30 hari ke depan.
"Kerja sama dengan Uni Eropa dan Jepang menandakan bahwa ekonomi berorientasi pasar terbesar di dunia berkomitmen untuk mengembangkan paradigma baru untuk perdagangan preferensial dalam mineral kritis," tutur Greer.
AS dan 27 negara Uni Eropa juga akan membahas informasi tentang penimbunan mineral kritis dan mencari cara untuk bekerja sama dalam penambangan, pemurnian dan pengolahan.
Rencana aksi dengan Meksiko bertujuan untuk menerapkan penimbunan mineral kritis yang terkoordinasi dan peraturan umum untuk penambangan, pengolahan dan perdagangannya. Rencana tersebut juga memperkirakan koordinasi dalam investasi, pemetaan geologi dan respons cepat terhadap gangguan rantai pasokan.
Sebagai tahap awal, AS dan Meksiko berencana untuk fokus pada kelompok mineral kritis tertentu dengan elemen pastinya akan diputuskan di kemudian hari.
Lihat juga Video: AS-Jepang Teken Kesepakatan Mineral Tanah Jarang, Atasi Dominasi China











































