Anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berperan strategis dalam mendukung pengembangan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Peran tersebut dijalankan melalui penyediaan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung operasional fasilitas smelter aluminium.
Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral nasional, PTBA memastikan ketersediaan solusi energi (power solution) guna memenuhi kebutuhan operasional smelter. Fasilitas ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok terintegrasi pengolahan bauksit hingga aluminium di Indonesia, dengan kapasitas pengolahan 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun, yang selanjutnya diolah menjadi 600 ribu ton aluminium.
Selain memperkuat industri hilir, proyek ini juga berpotensi mendorong penciptaan lebih dari 65.000 lapangan kerja, baik di sektor pertambangan maupun sektor pendukung lainnya, termasuk industri terkait, infrastruktur daerah, dan UMKM dalam ekosistem hilirisasi bauksit-alumina-aluminium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menegaskan pengembangan ekosistem terintegrasi ini menempatkan sumber daya mineral tidak lagi sekadar sebagai komoditas ekspor mentah, melainkan sebagai bahan baku strategis untuk mendukung transformasi industri nasional.
"Melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium ini kita berupaya mewujudkan transformasi industri yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Rosan, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan komitmen Grup MIND ID untuk mengelola sumber daya mineral secara bertanggung jawab dan mengoptimalkan pengolahannya di dalam negeri, sehingga mampu menciptakan multiplier effect ekonomi yang kuat dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
"Proyek ini adalah karya anak bangsa. Inilah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara, demi peradaban masa depan Indonesia," jelas Maroef.
Oleh karena itu, ketersediaan energi yang stabil menjadi faktor krusial untuk menjamin kelancaran proses pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium, yang membutuhkan pasokan energi besar dan berkesinambungan.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail menegaskan keterlibatan perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi proyek strategis nasional di Mempawah merupakan wujud sinergi antaranggota Grup MIND ID untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
"PTBA berkomitmen untuk mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina-Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan Perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Arsal.
Keberadaan pasokan energi dari PTBA tidak hanya menopang operasional fasilitas pemurnian, tetapi juga memberikan kepastian investasi, meningkatkan daya saing industri aluminium nasional, serta memperkuat kemandirian industri strategis Indonesia. Terlebih, pasokan energi yang disiapkan perusahaan akan menggunakan teknologi canggih dan ramah lingkungan.
Melalui dukungan energi yang terintegrasi dengan proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium, PTBA menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam transformasi industri nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk memperkuat kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.
(akd/ega)










































