Perminas Bakal Garap Proyek Logam Tanah Jarang di Mamuju

Perminas Bakal Garap Proyek Logam Tanah Jarang di Mamuju

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 09 Feb 2026 22:28 WIB
Perminas Bakal Garap Proyek Logam Tanah Jarang di Mamuju
Ilustrasi pengolahan logam tanah jarang (rare earth).Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

BUMN baru bentukan Danantara, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang (rare earth). Proyek harta karun energi incaran dunia akan berlangsung di Mamuju, Sulawesi Barat.

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengatakan proyek pilot ini berjalan paralel dengan proses administrasi dan rekomendasi yang telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Perminas.

"Mungkin ini yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju," ujarnya dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Brian mengatakan Perminas akan membangun dua fasilitas downstreaming sebagai proyek percontohan teknologi pengolahan logam tanah jarang berbasis riset yang telah dikembangkan di perguruan tinggi.

Proyek diharapkan bisa melakukan pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang, sehingga bahan baku yang semula berbentuk ore dapat diolah menjadi mixed rare earth maupun elemen-elemen rare earth bernilai ekonomi.

ADVERTISEMENT

Pasalnya sejumlah negara yang telah mempunyai teknologi ini tidak mau melakukan kerja sama strategis dengan negara lainnya.

"Kita coba teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus untuk mengekstraksi atau merubah dari mineral ore yang mengandung logam tanah jarang menjadi mixed rare earth oxide," katanya.

Brian menambahkan Perminas membuka peluangkerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan mitra lainnya, untuk membangun industri yang lebih mengarah ke hilirisasi.

Hal ini dilakukan lantaran pemerintah menilai keberhasilan pengelolaan logam tanah jarang di sejumlah negara ditentukan oleh kemampuan mereka menarik dan membangun industri hilir di dalam negeri.

"Sehingga diharapkan kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga menjadi pemain yang strategis untuk industri rare earth ini, mineral rare earth, yang diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani juga masuk bersama-sama Indonesia mendirikan industri-industri downstreaming," ujarnya.

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads