Danantara Bakal Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi Pekan Depan

Danantara Bakal Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi Pekan Depan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 10 Feb 2026 20:00 WIB
Danantara Bakal Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi Pekan Depan
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan melakukan gorundbreaking 10 proyek hilirisasi pekan depan. Sebelumnya, Danantara juga sudah melaksanakan groundbreaking 6 proyek hilirisasi diberbagai sektor.

"Jadi ada 6 proyek yang kita selesaikan, yang sudah kita groundbreaking. Minggu depan kami akan groundbreaking lagi kurang lebih ada 10 proyek lagi," kata Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam acara CNBC Economic Outlook 2026, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Ia mengatakan sepanjang 2026 pihaknya merencanakan akan ada 21 proyek hilirisasi dengan tujuan akhir membantu Indonesia dalam mencapai swasembada di bidang pangan dan energi. Selain juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Danantara Aset Manajemen di tempat yang saya kelola, itu ada 21 proyek hilirisasi dengan total investasi hampir Rp 500 triliun," ucapnya.

"21 proyek yang akan kita lakukan dan kita akan groundbreaking di tahun 2026 dan itu dampaknya tentu signifikan yang kita harapkan nanti, pertama tentu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, yang kedua tentu memberikan dampak lapangan pekerjaan yang signifikan bagi seluruh rakyat Indonesia," sambung Dony.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, sebelumnya BPI Danantara secara serentak melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai investasi proyek ini mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 118,14 triliun (asumsi kurs Rp 16.878) dari keseluruhan daerah.

Proyek-proyek ini merupakan bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.

Peresmian serentak ini menandai dimulainya implementasi proyek-proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi, lintas sektor diantaranya sektor energi, pangan, mineral dan logam, sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap.

"Minggu lalu kita menyediakan groundbreaking 6 proyek hilirisasi kita, di antaranya ada smelter bauxite Alumina di Mempawah, ada biofuel, bioaftur, ada bioethanol, kemudian ada poultry yang kita groundbreaking juga," jelas Dony.

(igo/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads