Tiga anak usaha Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) merger menjadi satu entitas Subholding Downstream.
Proses Penggabungan dimulai sejak 1 Februari 2026, dan diperkirakan rampung total pada Oktober nanti. Setelah itu Subholding Downstream ini bisa menetapkan jajaran direksi perusahaan.
"Mereka ini mengerjakan proses konsolidasi, mengonsolidasikan bisnis itu kan nggak gampang, butuh waktu. Nah Oktober nanti artinya 10 bulan mereka membutuhkan waktu untuk melakukan proses konsolidasi," kata Dony dalam dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersamaan dengan itu, Pertamina juga akan melepas unit bisnis yang tidak masuk dalam sektor minyak dan gas (migas). Contohnya bisnis Pertamina di sektor penerbangan, perhotelan, hingga asuransi nantinya akan dilepas sepanjang 2026 ini.
"Jadi paralel selama satu tahun ini kita lakukan proses konsolidasi ini. Jadi mulai dari yang paling dekat itu pasti DHC, rumah sakit ya kan, hotel, kemudian tadi airlines, asuransi lagi tadi dulu, kemudian bisnis yang lainnya," terang Dony.
"Sehingga Pertamina itu fokusnya memang yang relatif pada oil and gas saja, yang non-oil and gas bukan lagi di Pertamina," sambung Dony.
Dengan begitu Pertamina akan fokus menjalankan bisnis intinya yakni minyak dan gas. Begitu juga dengan BUMN sektor lain akan fokus dalam usahanya masing-masing ke depan.
"Jadi memang nanti perusahaan BUMN kita tuh bagus-bagus nanti, rumah sakit sendiri, kita ubah bisnis modelnya jadi lebih baik, lebih proper, hotel sendiri, asuransi sendiri, oil and gas sendiri, airline sendiri," jelas Dony.
(igo/hns)










































