Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan groundbreaking Blok Masela sebelum lebaran. Diketahui, Lapangan Abadi ini dioperatori oleh perusahaan asal Jepang, yakni Inpex Masela Ltd.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan Blok Masela akan segera menerima sertifikat Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup. Adapun produksi Blok Masela ditargetkan mulai di tahun 2030.
"Mudah-mudahan ini bisa groundbreaking juga sebelum lebaran. Sekarang sedang persiapan untuk groundbreaking," ungkap Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, Blok Masela memiliki kandungan kondensat sebanyak 35.000 barel kondensat per day. Sementara untuk kapasitas produksi gas sebesar 1.600 MMSCFD yang didistribusikan untuk lokal sebanyak 150 MMSCFD dan LNG.
"Nanti bisa berproduksi insyaallah di 2030 atau lebih cepat, investasinya hampir US$ 21 miliar. Ada kondensatnya 35.000 barel kondensat per day (BCPD). Untuk kapasitas produksi gasnya, 1.600 (MMSCFD). 150 (MMSCFD) untuk lokal, lainnya untuk LNG," pungkasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Djoko menjelaskan saat ini Inpex masih mencari mitra financing atau pemberi modal produksi. Ia mengatakan, sejumlah perbankan meminta kepastian pembeli (buyer) dari LNG yang akan diproduksi.
"Mereka pertama mencari financing-nya sudah dapat. Nah, pihak-pihak bank yang akan membiayai proyek Masela, kan besarnya US$ 20 bilion, kan? Minta jaminan pembeli gasnya. Nah, itu kita tuntut, gitu. Saya yakin mereka lagi cari," ungkapnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ia menambahkan, pemerintah telah membantu Inpex untuk mempercepat proses perizinan. Ke depan, pemerintah meminta Inpex untuk mempercepat pemasaran.
"Inpex juga harus cepat memasarkan. Itu yang kita tuntut. Dia nuntut kita sebuah perizinan, insentif. Kita kasih semua. Sekarang kita nuntut, 'you jual cepat,' gitu. Jadi paralel. Jangan sampai nanti kita disalahkan terus, gitu, 'Oh, pemerintah izinnya belum ada, kita lamban'. Nah, sekarang semua udah kita kasih. Nah, sekarang tinggal kuncinya ada di dia. Bagaimana dia cepat mencari buyer-nya," pungkasnya.
Simak juga Video: BUMN Diminta Jokowi Jadi Mitra Inpex di Blok Masela











































