Pertamina Pangkas Anak Usaha, Kini Tersisa 242 Perusahaan

Pertamina Pangkas Anak Usaha, Kini Tersisa 242 Perusahaan

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 11 Feb 2026 14:55 WIB
Konferensi Pers Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten
Foto: Heri Purnomo/detikcom
Cilegon -

PT Pertamina (Persero) telah melakukan streamlining atau penataan bisnis berbagai anak usahanya. Total dari 257 perusahaan yang sebelumnya berada di bawah naungan Pertamina, kini jumlahnya telah berkurang menjadi 242 perusahaan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono usai bertemu COO Danantara Dony Oskria beberapa waktu lalu.

"Beliau (COO Danantara Dony Oskaria) sampaikan pesan Pak Presiden Prabowo, salah satunya terhadap BUMN adalah bagaimana BUMN yang saat ini totalnya itu ada sekitar 1.044 perusahaan, ini bisa disederhanakan, dirampingkan sehingga menjadi semakin kuat dan solid," ujar Agung dalam acara kick-off Media Site Visit Kick Off Green Terminal Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 1.000 sekian itu, 25%-nya ada di Pertamina, 257 perusahaan. Saya kemarin melaporkan bahwa 2025 sejak saya masuk dan kemarin 2026, dari 257 sekarang sudah menjadi 242. Jadi ada 15 perusahaan yang berkurang. Di antaranya adalah ada 10 SPV di PIS (Pertamina Internasional Shipinh) di tempatnya Pak Eka, yang berperan sebagai entitas kapal untuk Pertamina," tambahnya.

Pengurangan jumlah perusahaan di bawah Pertamina ini bukan penutupan bisnis, melainkan adanya integrasi ke dalam Subholding Downstream yang resmi dilakukan pada 1 Februari lalu sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina.

ADVERTISEMENT

"Artinya yang namanya penataan, yang namanya streamlining, ini dilakukan semata-mata bukan untuk menghilangkan bisnis Pertamina, tapi menata agar bisnis Pertamina ini dijalankan dengan lebih solid, lebih efisien, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan," ujarnya.

Agung bilang bisnis anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor energi akak tetap dipertahankan. Sementara untuk anak perusahaan yang tidak berada di sektor energi akan dilakukan pemisahan.

Agung menambahkan langkah ini tidak akan bermakna signifikan terhadap kinerja perusahaan tanpa adanya sinergi antar perusahaan yang berada di bawah Pertamina.

"Misalkan kesehatan, bicara terkait misalkan airline, walaupun kita memang sangat senang dan sangat bangga terbang dengan Pelita, tapi karena ini bukan bagian dari core Pertamina maka ini akan kita selaraskan, kita akan lepaskan ke Danantara dan dikelompokkan sesuai dengan industrinya," terang Agung

Lihat juga Video: Kilang Pertamina Internasional Beberkan Inovasi Demi Kedaulatan Energi

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads