Hanya 18 ribu dari 40 Ribu Sumur Migas Beroperasi, Sisanya Sudah Uzur

Hanya 18 ribu dari 40 Ribu Sumur Migas Beroperasi, Sisanya Sudah Uzur

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 18 Feb 2026 21:00 WIB
Desa wisata migas di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, menyajikan objek wisata yang berbeda yang dipenuhi sumur minyak bumi tua.
Ilustrasi sumur minyak dan gas (migas) yg sudah tuaFoto: Budi Sugiharto
Jakarta -

Pemerintah turun tangan menangani sumur minyak & gas (migas) yang sudah uzur. Intervensi ini dilakukan untuk mengoptimalkan lifting minyak bumi tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menjelaskan dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur, yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur.

"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis dari Kementerian ESDM, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil mengatakan upaya mencapai kemandirian energi harus sejalan dengan tindakan nyata dan inovasi teknologi. Menurutnya, ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian energi secara serius.

"Jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Bahlil juga mendorong percepatan pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Kementerian ESDM juga akan membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru untuk memperkuat ketahanan pasokan energi.

Bahlil menambahkan, percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis pemerintah dan swasta harus berjalan beriringan. Pemerintah juga mendorong pengolahan dalam negeri melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan pada 12 Januari lalu.

"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," pungkas Bahlil.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads