Alur Sungai Kapuas Dangkal, Penyaluran BBM Kalbar Pakai Jalur Alternatif

Alur Sungai Kapuas Dangkal, Penyaluran BBM Kalbar Pakai Jalur Alternatif

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 18 Feb 2026 16:40 WIB
Penyaluran BBM di Kalbar
Ilustrasi penyaluran BBM/Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat mengalami gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan turunnya debit air. Kondisi tersebut membuat sejumlah kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal (FT) Sanggau dan FT Sintang.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho mengatakan distribusi BBM ke masyarakat tetap dijaga dengan skema alternatif dan darurat agar pasokan tidak terganggu.

"Terkait dengan distribusi BBM untuk Kalimantan Barat ini ada sedikit gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan debit airnya yang turun, sehingga kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang. Mudah-mudahan dari hasil diskusi dan paparan dari Pertamina Patra Niaga sudah disiapkan skema alternative dan emergency suplainya bisa berjalan dengan baik," kata Fathul saat ditemui di Integrated Terminal (IT) Pontianak, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi gangguan tersebut, salah satu opsi yang dibahas adalah penggunaan tongkang terapung (floating barge) sebagai jetty sementara. Dengan skema ini, bongkar muat BBM dilakukan langsung dari kapal tanker ke mobil tangki.

Fathul menambahkan, Pertamina Patra Niaga diminta menyusun batas waktu yang jelas terkait penggunaan skema sementara, sekaligus menyiapkan solusi permanen.

ADVERTISEMENT

"Tentunya ini perlu dipersiapkan solusi yang lebih permanen. Pertamina Patra Niaga perlu membuat timeline alternatif suplai sementara ini untuk berapa lama, dan solusi permanennya kapan akan dilaksanakan," ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah fasilitas penyaluran BBM yang telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu dan perlu pembaruan agar lebih adaptif terhadap kondisi wilayah dan perubahan alam.

"Memang beberapa FT kita ini dibangun sekitar tahun 1970-1980, artinya sudah cukup tua. Ada beberapa yang sudah direvitalisasi, terutama milik Pertamina, ke depannya Pertamina, khususnya PPN dapat mempersiapkan road-map revitalisasi dan pembangunan baru," kata Fathul.

Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman mengatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani persoalan distribusi BBM, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah.

"Jadi, ini nanti akan kami segera siasati, dan kami tindaklanjuti koordinasi lintas sektor. Sehingga, ke depannya ini menjadi solusi juga buat permasalahan seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menegaskan distribusi BBM tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, terutama menjelang pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri.

"Kami monitor terus ketersediannya (BBM), dari stok nasional, kemudian distribusi sampai ke wilayah-wilayah di ujung," kata Taufik.

Pada hari yang sama, BPH Migas juga meninjau SPBU di Kabupaten Sanggau. Fathul berdialog langsung dengan warga dan memastikan layanan berjalan normal.

"Saat ini saya berada di SPBU Kabupaten Sanggau, terlihat masyarakat membeli BBM kondisi normal, bisa mengisi BBM jenis Pertalite, solar, dan juga Jenis BBM Umum jenis Pertamax dan Dexlite," ujarnya.

Fathul menambahkan, sekitar 740 unit mobil tangki disiagakan untuk menopang distribusi BBM di seluruh wilayah Kalimantan. Armada tersebut diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah terdampak gangguan jalur sungai.

"Pemerintah bekerja keras untuk memastikan suplai dan juga stok BBM aman dan lancar untuk masyarakat secara khususnya di Provinsi Kalimantan Barat," pungkasnya.

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads