Star Energy Kebut Proyek Panas Bumi Sekincau

Star Energy Kebut Proyek Panas Bumi Sekincau

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 20 Feb 2026 14:36 WIB
Seorang pekerja tengah melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal di Sukabumi, Jawa Barat (4/4).
Ilustrasi/Foto: dok. Barito Pacific
Jakarta -

Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Star Energy Geothermal menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi energi global, SLB untuk mengembangkan proyek pengembangan panas bumi serta penerapan teknologi masa depan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hal ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian dan kerangka kerja sama.

Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus CEO Grup Star Energy Geothermal, Hendra Tan mengatakan fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan proyek panas bumi Sekincau di Indonesia. Kerangka kerja ini guna melakukan identifikasi, evaluasi, dan merencanakan peluang panas bumi di luar negeri, termasuk di Amerika Utara. Selain itu, kerangka kerja juga menyediakan layanan pengeboran yang terintegrasi secara penuh untuk fase pengembangan proyek sekincau.

"Indonesia memiliki potensi di masa depan sebagai sumber energi panas bumi secara global, dan kami melihat kesempatan untuk mengubah potensi ini menjadi dampak nyata," kata Hendra dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendra menegaskan bahwa kemitraan ini memposisikan energi panas bumi sebagai solusi global untuk mempercepat pengurangan emisi sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan di berbagai benua. Kerja sama ini merupakan fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal, yang dibentuk melalui kolaborasi teknologi yang sudah berjalan sebelumnya. Kemitraan ini dilakukan untuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, dalam hal ini teknologi dan keahlian teknis SLB yang diterapkan untuk meningkatkan kinerja di seluruh fase proyek.

ADVERTISEMENT

"Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional. Hal ini akan memposisikan panas bumi sebagai pilar transisi energi Indonesia, dan sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat pengurangan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan di berbagai benua melalui kolaborasi antara kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan keunggulan eksekusi dan pemetaan bawah permukaan global milik SLB," kata Hendra.

Direktur Pelaksana SLB Indonesia Nurzhan Ongaltayev, menyebutkan integrasi teknologi canggih sangat krusial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi agar menjadi sumber energi yang andal dan stabil.

"Peningkatan skala proyek panas bumi membutuhkan teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, dan kepatuhan kinerja operasional, melalui integrasi di seluruh fase proyek. Kolaborasi baru ini menerapkan keahlian SLB di bidang konsultasi pemetaan bawah permukaan dan pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga peluang di mancanegara," kata Nurzhan.

(rea/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads