AS Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Berharga Incaran Dunia

AS Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Berharga Incaran Dunia

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 20 Feb 2026 17:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menandatangani perjanjian dagang di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat menandatangani perjanjian dagang.Foto: Dok. Instagram/sekretariat.kabinet
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Amerika Serikat (AS) akan terlibat dalam pengembangan mineral kritis termasuk di dalamnya yakni logam tanah jarah atau rare earth.

Rare earth selama ini dianggap sebagai harta karun incaran dunia. AS adalah salah satu negara yang industrinya tergantung pada rare earth, untuk teknologi pertahanan, baterai, hingga layar telepon seluler.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan keterlibatan AS yakni dengan melakukan investasi untuk dapat mengelola komoditas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu lebih ke kerja sama di bidang investasi ya, mereka akan berinvestasi di Indonesia," ujar Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Anggia belum menjelaskan detail perusahaan AS yang nantinya bakal berinvestasi di sektor mineral kritis Indonesia.

"Untuk detailnya saya belum sampai ke sana. Detailnya nanti," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia sangat terbuka untuk bekerja sama dengan AS dalam pengelolaan sektor mineral kritis.

"Mineral kritis kita sudah sebutkan bahwa itu adalah terkait dengan industrial mineral, artinya ada secondary process dan Indonesia terbuka untuk kerjasama investasi maupun teknologi baik critical mineral maupun rare earth," kata Airlangga konferensi pers terkait Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2/2026).

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads