Empat proyek strategis yang dijalankan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 mendapat apresiasi pada momen Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026 yang diselenggarakan SKK Migas.
Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menegaskan bukti bahwa integrasi inovasi teknologi, disiplin manajemen proyek, efisiensi biaya, serta kolaborasi lintas fungsi merupakan kunci menjaga keberlanjutan produksi nasional.
"Dari peningkatan recovery factor melalui CEOR, percepatan pemboran untuk menjaga level produksi, hingga efisiensi ASR dan percepatan onstream lapangan baru, semuanya terintegrasi dalam satu tujuan memastikan energi tetap tersedia untuk Indonesia," ujar Muhamad Arifin dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).
PHR akan terus memperkuat eksekusi proyek berbasis inovasi dan tata kelola yang baik guna mendukung target produksi nasional serta keberlanjutan operasi jangka panjang di Wilayah Kerja Rokan dan area sekitarnya.
Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas A meraih penghargaan kategori Onstream Ahead of POD (On Time Performance terhadap POD). Ini merupakan penghargaan pertama bagi proyek yang dikerjakan PHR sejak alih kelola Wilayah Kerja Rokan.
CEOR yang dijalankan PHR menjadi injeksi Alkali-Surfaktan-Polymer (ASP) komersial pertama di Indonesia. Proyek ini berhasil melakukan reaktivasi peralatan yang tidak beroperasi selama kurang lebih 10 tahun, dengan koordinasi solid lintas fungsi serta dukungan intensif SKK Migas.
Melalui proyek ini, tingkat Recovery Factor (RF) diproyeksikan meningkat sebesar 13-17% dan berpotensi memperpanjang umur operasi lapangan-lapangan utama seperti Minas, Bekasap, Balam, dan Bangko. Roadmap ke depan, pengembangan CEOR akan diperluas untuk mendukung optimalisasi produksi di Zona Rokan secara menyeluruh.
Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik
(hrp/hns)