Venezuela mulai menangguhkan 19 kontrak bagi hasil produksi minyak dengan perusahaan swasta. Kontrak-kontrak tersebut diteken di bawah pemerintahan Presiden Nicholas Maduro.
Dikutip dari Reuters, Jumat (27/2/2026), Venezuela dan Amerika Serikat (AS) sedang meninjau kontrak-kontrak tersebut dan mungkin merekomendasikan pemutusan beberapa di antaranya.
Pemerintah Venezuela dan AS sedang meninjau kredensial perusahaan-perusahaan yang menandatangani kontrak tersebut. Apalagi beberapa perusahaan tersebut kurang dikenal dan kesepakatan tersebut ditandatangani saat Venezuela berada di bawah sanksi AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS mengambil alih ekspor dan penjualan minyak Venezuela usai menangkap Maduro pada Januari 2026. Sejak saat itu, Departemen Keuangan AS telah mengeluarkan lisensi yang memungkinkan beberapa perusahaan untuk memperdagangkan minyak Venezuela dan beroperasi di sektor minyak dan gas negara tersebut.
Majelis Nasional Venezuela juga sudah mengesahkan reformasi undang-undang hidrokarbon pada akhir Januari untuk memfasilitasi investasi asing di industri minyak yang sudah usang. Berdasarkan undang-undang yang direformasi, pemerintah memiliki waktu enam bulan untuk meninjau kontrak-kontrak kerja yang sudah ada.
(hal/ara)










































