Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, menutup kilang Ras Tanura setelah menjadi sasaran serangan balasan pesawat tak berawak dari Iran. Diketahui, Ras Tanura adalah salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bpd) dan berperan sebagai terminal ekspor minyak mentah Saudi.
Dikutip dari Reuters, penutupan operasi kilang ini dilakukan hingga situasi kembali stabil. Namun hingga kini, Aramco belum menanggapi penutupan operasional kilangnya.
Diketahui, serangan pesawat tak berawak diluncurkan Iran terhadap negara-negara Teluk, termasuk Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, hingga Duqm di Oman. Serangan-serangan tersebut telah melumpuhkan pusat-pusat pelabuhan utama di Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbasnya, harga minyak mentah Brent tercatat melonjak sekitar 10% pada perdagangan Senin (2/3/2026). Kemudian saat ini, sejumlah fasilitas energi Arab Saudi yang dijaga ketat. Bahkan penjagaan telah dilakukan sebelum meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Diketahui, eskalasi geopolitik memanas usai AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, disebut tewas dalam serangan tersebut.
Berdasarkan catatan detikcom, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya sedang melakukan gelombang serangan keenam sebagai balasan atas pemboman AS dan Israel terhadap Iran. Ledakan dilaporkan terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, hingga Doha, Qatar.
Dilansir Al-Jazeera dan AFP, Minggu (1/3/2026), Iran mengumumkan telah melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap pangkalan militer Israel dan AS di kawasan Arab.
IRGC mengklaim ada 27 pangkalan AS, serta pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando tentara Israel di HaKirya di Tel Aviv, dan kompleks industri pertahanan besar di kota yang sama yang diserang.
(acd/acd)










































