Bahlil Ungkap Cadangan BBM RI 20 Hari Saat Timur Tengah Memanas

Bahlil Ungkap Cadangan BBM RI 20 Hari Saat Timur Tengah Memanas

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 02 Mar 2026 16:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta -

Harga minyak dunia mengalami kenaikan usai kondisi geopolitik Timur Tengah memanas. Amerika Serikat yang bersekutu dengan Israel saling serang dengan Iran. Iran bahkan menutup Selat Hormuz yang berada di wilayahnya di tengah peperangan yang terjadi.

Penutupan Selat Hormuz ini berkontribusi pada naiknya harga minyak. Selat tersebut menjadi jalur logistik minyak dan gas paling strategis di dunia, 20% pasokan dunia melakukan perjalanan di Selat Hormuz.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka-bukaan ketahanan BBM di Indonesia di tengah gonjang-ganjing harga minyak. Menurutnya, Indonesia masih memiliki stok BBM yang cukup digunakan untuk 20 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih cukup 20 hari," kata Bahlil singkat ketika ditanya ketananan energi terkini, ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

Sejauh ini harga minyak dunia untuk acuan Brent telah menyentuh US$ 78,91 per barel, sementara acuan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 72,23 per barel. Analis memperkirakan harga minyak bisa mendidih hingga ke level US$ 80-100 per barel.

Soal mitigasi apa yang disiapkan pemerintah, Bahlil sendiri mengatakan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan Dewan Energi Nasional (DEN).

"Nanti besok insyallah saya rapat di ESDM, kami akan rapat Dewan Energi Nasional," ujar Bahlil.

Soal dampak kenaikan harga minyak ke subsidi energi, Bahlil mengaku sampai hari ini belum ada masalah berarti. Namun, pemerintah terus memantau kondisi geopolitik yang memanas.

"Sampai hari ini nggak ada masalah, tapi kan harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," kata Bahlil.

Dia kembali mengatakan dirinya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional terlebih dahulu soal dampak panasnya kondisi Timur Tengah ke alokasi subsidi energi dalam negeri.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads