Iran Tutup Selat Hormuz, Indonesia Impor Minyak & LPG dari AS

Iran Tutup Selat Hormuz, Indonesia Impor Minyak & LPG dari AS

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 18:11 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar rapat koordinasi sekitar 2 jam dengan Dewan Energi Nasional (DEN).

Materi utama tentang pasokan energi Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Sebagai informasi, pasokan energi Indonesia sebagaian besar impor, baik itu minyak maupun gas.

Usai rapat, Bahlil menjelaskan, volume impor minyak mentah dari negara Timur Tengah sekitar 25% dialihkan ke Amerika Serikat (AS) imbas selat Hormuz ditutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, impor minyak mentah dari negara yang tidak melewati selat Hormuz seperti Angola, dan Brasil masih akan tetap dilakukan.

"25% dari total crude yang kita pesan dari Middle East itu akan dialihkan (ke AS)," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

Bahlil mengatakan langkah pengalihan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan minyak mentah bagi Indonesia. Pasalnya kata Bahlil, perang ini tidak akan ada yang tau kapan selesainya.

"Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita," katanya.

Pemerintah juga bakal mengalihkan sebagian impor Liquefied petroleum gas (LPG) ke negara yang tidak terdampak konflik maupun penutupan jalur Selat Hormuz.

Menurut Bahlil Indonesia masih mengimpor 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini dinaikkan menjadi 7,8 juta ton.

"70%-nya sekarang kita ambil dari Amerika, 30%-nya dari Middle East, dari Saudi Aramco. Kita tahu bahwa dari informasi, dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait dengan Saudi Aramco, itu juga kena kemarin dinamika di sana. Maka alternatifnya adalah kita switch lagi, supaya kita tidak mengambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," terang Bahlil.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads