Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, RI Tempuh Jalur Diplomasi

Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, RI Tempuh Jalur Diplomasi

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 21:42 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Kris
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang terjebak di selat Hormuz.

Bahlil mengatakan saat ini pemerintah menempuh jalur diplomasi agar kedua kapal tersebut bisa keluar dari selat Hormuz.

"Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menambahkan, kemungkinan terburuk jika kapal tersebut tak bisa keluar dan bisa mengganggu pasokan minyak Indonesia. Bahlil mengatakan pemerintah sudah menyiapkan alternatif lainnya dengan mencari pasokan dari luar selat Hormuz.

"Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude dari yang lain dan sudah dapat. Sudah dapat. Kita sudah dapat. Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting," terang Bahlil.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menyampaikan kabar terkini kondisi dua kapal tanker milik anak usahanya, PT Pertamina International Shipping yang terjebak di selat Hormuz. Pertamina memastikan kapal dan para awaknya berada dalam kondisi aman.

Respons Pertamina

Hal ini diungkap langsung Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron. Selat Hormuz sendiri ditutup oleh Iran usai negaranya diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kapal yang memaksa melintas terancam ditembak.

"Sampai dengan saat ini kondisi masih aman. Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana," kata Baron di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Menurut Baron, Kapal Pertamina yang berada di sekitar kawasan Selat Hormuz sebenarnya berjumlah empat. Tapi dua kapal tanker lainnya sudah berada di luar selat tersebut.

Baron menyatakan bahwa pihaknya terus terus memantau perkembangan situasi yang terjadi. Pertamina juga berkomitmen memastikan keselamatan awak kapal sekaligus menjaga aset mereka yang terjebak di Selat Hormuz.

"Memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana. Jadi ada empat tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz. Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para kawak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana," ujar Baron.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads