Dampak Perang Langsung Terasa, Perusahaan RI Umumkan Kondisi Kahar

Dampak Perang Langsung Terasa, Perusahaan RI Umumkan Kondisi Kahar

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2026 05:55 WIB
Chandra Asri
Foto: Chandra Asri
Jakarta -

Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran memberikan dampak yang luas. Indonesia pun langsung merasakan dampak dari perang tersebut.

Salah satunya dialami oleh raksasa petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk. Perusahaan mengumumkan kondisi kahar atau force majeure kepada para pelanggannya.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat, Suryandi mengatakan konflik yang terjadi antara Iran dan AS dengan sekutunya Israel telah memicu ditutupnya Selat Hormuz. Hal ini berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok bahan baku produksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku," papar Suryandi dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pengumuman keadaan kahar merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.

Suryandi mengatakan pihaknya secara aktif masih memantau perkembangan situasi konflik antara AS dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami.

"Sebagai mitigasi, kami akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik kami. Kami saat ini melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini," sebut Suryandi.

Dalam kondisi geopolitik global yang dinamis ini, Chandra Asri berkomitmen menjaga kesinambungan operasional ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads