Perang Timur Tengah Dongkrak Harga Minyak, Dampak ke Subsidi BBM Dihitung

Perang Timur Tengah Dongkrak Harga Minyak, Dampak ke Subsidi BBM Dihitung

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2026 13:19 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Perang di Timur Tengah berdampak pada lonjakan harga minyak. Pemerintah kini mulai menghitung dampak perang Amerika Serikat (AS) & Israel lawan Iran tersebut terhadap anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil mengatakan pemerintah hati-hati menghitung potensi kenaikan subsidi energi yang akan ditanggung.

"Memang ada terjadi kenaikan dan itu berdampak pada subsidi. Jadi sekarang kita lagi menghitung secara baik, dengan hati-hati," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Rabu malam, (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Bahlil memastikan kondisi pasokan energi nasional masih aman, di tengah kondisi Timur Tengah yang memanas dan terjebaknya kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz usai ditutup Iran.

"Saya meyakinkan, saya meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, insyaallah aman," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Bahlil menambahkan, pemerintah juga telah memesan minyak mentah dari AS secara bertahap demi menjaga pasokan dalam negeri. Sekitar 25% porsi minyak mentah yang selama dipasok dari Timur Tengah, kini dialihkan ke AS.

"Sekarang sudah mulai jalan. Bertahap, ya bertahap itu kan bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan enggak cukup. Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage," jelas Bahlil.

Tonton juga video "KLH Surati Pertamina-ESDM soal BBM Rendah Sulfur di Jabodetabek"

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads