Harga Minyak Naik Gegara Perang AS-Iran, Trump: Saya Tidak Khawatir!

Harga Minyak Naik Gegara Perang AS-Iran, Trump: Saya Tidak Khawatir!

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2026 11:28 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat, Washington, D.C., Selasa (24/2/2026). Pidato ini menjadi pidato kenegaraan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Foto: REUTERS/Kenny Holston
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tak khawatir dengan kenaikan harga minyak imbas perang melawan Iran sejak Sabtu (28/2). Menurutnya, harga minyak akan turun signifikan begitu perang berakhir.

Harga minyak dunia naik 16% sejak serangan pertama AS dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu. Kondisi ini mengerek rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) nasional di AS sebesar 27 sen sejak minggu lalu menjadi US$ 3,25.

"Saya tidak khawatir soal itu. Harga akan turun sangat cepat setelah ini berakhir, dan jika naik, ya naik saja, tetapi ini jauh lebih penting daripada kenaikan harga bensin sedikit," kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengaku belum berniat menggunakan cadangan minyak strategis, karena menurutnya penutupan Selat Hormuz tidak akan berlangsung lama. Ia mengklaim, pengiriman minyak di jalur tersebut akan tetap berjalan karena pasukan AS berhasil menenggelamkan angkatan laut Iran.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, pernyataan Trump disebut berlawanan dengan pidato kenegaraannya di Texas bulan lalu. Saat itu, Trump bicara soal penurunan harga BBM.

Sejumlah analis politik mengatakan kenaikan harga BBM akan mempertaruhkan pemilih Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu November mendatang. Konstituen Partai Republik disebut mulai tidak senang dengan tingginya biaya hidup dan kepemimpinan Trump dalam perekonomian.

Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles dan Menteri Energi AS Chris Wright telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan minyak untuk mengatasi kenaikan harga BBM. Salah seorang pejabat Gedung Putih juga mengklaim tengah berupaya keras mengembangkan langkah untuk menurunkan harga BBM.

Pejabat itu mengatakan, Wiles telah memperingatkan gagalnya menekan harga BBM menjadi ancaman bagi Partai Republik dalam pemilihan. Gedung Putih saat ini juga tengah mempertimbangkan pergerakan pasar berjangka minyak untuk mengatasi lonjakan harga.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads