Pasokan Avtur ke RI Bisa Terganggu Imbas Perang di Timur Tengah

Pasokan Avtur ke RI Bisa Terganggu Imbas Perang di Timur Tengah

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2026 23:09 WIB
Petugas Pertamina AFT Halim Perdanakusuma bersiap melakukan pengisian Avtur ke tangki pesawat komersial di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu (25/02/2026)
Ilustrasi pengisian avtur pada pesawat.Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pasokan avtur berpotensi terganggu imbas perang di Timur Tengah. Pasalnya, pasokan avtur masih tergantung impor.

Pasokan minyak dunia terganggu imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran. Apalagi, Iran telah menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pasokan minyak dari Timur Tengah, hingga berujung memicu kenaikan harga.

"Avtur kita sangat tergantung dengan impor, jadi kalau seperti sekarang misalnya terjadi krisis di Timur Tengah itu berpengaruh, maka kita akan langsung terasa akan terdampak," kata Dudy kepada wartawan di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, ia memastikan cadangan avtur maupun bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman untuk memenuhi kebutuhan transportasi hingga periode lebaran.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah sampai Lebaran nanti masih karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup," ujarnya.

Dudy menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga telah memikirkan langkah-langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, krisis geopolitik saat ini mengingatkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi.

"Ini bicara jangka panjang ya, dan tentunya Presiden sudah memikirkan hal tersebut, jadi kita belajar bagaimana bahwa konflik-konflik di luar itu sangat berpengaruh terhadap kita," pungkasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads