Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bakal ada subsidi biaya konversi dari motor BBM ke motor listrik.
Kebijakan ini diambil sebagau strategi jangka panjang untuk mendorong peralihan kendaraan BBM ke kendaraan berbasis listrik.
"Ini jangka panjang untuk mengurangi polusi kita juga. Ini kan bagian dari energi baru terbarukan. Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-sweet dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya soal berapa besaran subsidi yang bakal diberikan nantinya, Bahlil belum dapat menjelaskannya. Hal ini kata Bahlil karena skema tersebut masih akan dibahas bersama satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk.
"Kita kan baru selesai satgasnya, baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru saya akan laporkan ya," terang Bahlil.
Sebagai informasi, pada 2023 lalu pemerintah memberikan subsidi untuk konversi motor BBM ke listrik senilai Rp 7 juta per unit.
Targetnya saat itu ada 50 ribuan motor yang mau dikonversi, namun pengguna program tersebut tak capai target karena yang dikonversi tidak sampai 10 ribu unit.
(hrp/hns)










































