Prabowo Ungkap Potensi BBM Hijau RI Saat Harga Minyak Mendidih

Prabowo Ungkap Potensi BBM Hijau RI Saat Harga Minyak Mendidih

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 20:30 WIB
Prabowo Ungkap Potensi BBM Hijau RI Saat Harga Minyak Mendidih
Foto: Presiden Prabowo Subianto (YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya telah bertahun-tahun memperjuangkan swasembada energi di Indonesia. Baginya swasembada energi, khususnya untuk BBM, bukan cuma angan-angan belaka.

Indonesia menurutnya mampu terbebas dari impor minyak mentah dan BBM. Sebab, Indonesia memiliki segudang potensi BBM berlabel hijau alias bahan bakar yang didapatkan dari energi nabati.

Saat ini pemerintah sedang mengembangkan BBM dari sumber-sumber tanaman, mulai dari kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah BBM, bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo dalam pidatonya secara virtual, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Paling terdepan pengembangan BBM hijau yang dilakukan Indonesia adalah biodiesel dengan sumber minyak kelapa sawit. Indonesia sudah berhasil menggunakan solar dengan campuran 40% minyak nabati dari kelapa sawit atau B40. Rencananya, tahun ini Indonesia naik ke level berikutnya yaitu campuran minyak nabati 50% atau B50.

Selain itu ada juga pengembangan bioetanol, yaitu campuran bensin dengan etanol yang dihasilkan dari tebu. Sejauh ini sudah ada produk bensin Pertamax Green 95 yang dikeluarkan Pertamina dengan campuran 5-7% etanol. Rencananya, dalam beberapa tahun lagi campuran etanol akan ditambah jadi 10%.

Indonesia juga bergerak mengembangkan SAF atau sustainable aviation fuel (SAF), ini merupakan proyek pengganti avtur. Bahan bakar pesawat ini diolah dari minyak jelantah (Used Cooking Oil). SAF belum digunakan secara luas, namun uji coba penerbangan sudah dilakukan.

Potensi-potensi energi hijau ini diungkapkan Prabowo di tengah ancaman dampak kenaikan harga minyak dunia imbas perang yang pecah di Timur Tengah. Sudah sekitar sepekan lamanya Iran saling serang dengan Amerika Serikat (AS) yang bersekutu dengan Israel.

Bukan hanya berperang, Iran juga mengambil langkah ekstrim dengan menutup Selat Hormuz, jalur logistik minyak dan gas penting di kawasan Timur Tengah. Sekitar 20% pengiriman minyak dan gas melalui jalur yang berada di bawah kekuasaan Iran tersebut.

Sebanya dua faktor ini membuat harga minyak dunia jadi mendidih. Terakhir harga minyak sudah menembus US$ 110 per barel, kenaikan itu cukup tinggi. Pemerintah Indonesia saja dalam APBN 2026 menyusun asumsi harga minyak hanya berada di US$ 70 per barel.

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads