RI Bakal Punya Storage Minyak Kapasitas 3 Bulan, Tanpa Duit APBN

RI Bakal Punya Storage Minyak Kapasitas 3 Bulan, Tanpa Duit APBN

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2026 22:46 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Pemerintah bakal membangun tempat penyimpanan (storage) minyak yang bisa menampung hingga tiga bulan sesuai dengan standar internasional.

Langkah ini dilakukan karena storage di Indonesia hanya bisa menampung selama 21 hingga 25 hari.

"Makanya dengan kejadian storage kita yang cuma 21 hari, 25 hari, perintah Bapak Presiden Prabowo, harus kita bangun minimal storage kita tiga bulan," ujar Menteri ESDM Bahlil dalam tayangan podcast Abuleke di YouTube Kementerian ESDM dikutip Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil pun menanggapi soal sejumlah pihak yang membandingkan kapasitas cadangan minyak Indonesia dengan sejumlah negara lain yang jauh lebih besar. Jepang, misalnya, memiliki cadangan hingga sekitar 290 hari.

ADVERTISEMENT

Ia bilang kondisi tersebut terjadi karena baru saat ini ada investor yang ingin bangun tempat penyimpanan minyak.

"Nah sekarang kenapa tidak kita lakukan? Baru kita mau lakukan karena investasinya baru ada," kata Bahlil.

Bahlil juga menegaskan pembangunan storage ini tidak menggunakan APBN, melainkan akan menggandeng pihak swasta.

"Enggak (Pakai APBN). Investor sudah ada. Jadi kita harus mengundang swasta juga. Untuk di samping dia, kita suruh dia bangun, tidak pakai dana APBN, tapi itu menjadi cadangan negara kita," ujarnya.

Bahlil menambahkan nantinya minyak dari tempat penyimpanan tersebut bisa dibeli oleh perusahaan seperti Pertamina maupun perusahaan lainnya.

Soal skema pembeliannya akan menggunakan rupiah agar dapat mengurangi tekanan terhadap devisa negara.

"Belinya pakai apa? Rupiah. Supaya apa? Devisa kita tidak keluar. Jadi negara tidak lagi keluarkan devisa, tetapi pihak swasta yang membangun storage itu, kemudian dia juga kita kasih ruang untuk bisa membeli crude dari luar, tapi market cap-nya ada di dalam negeri," terang Bahlil.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads