Sebuah drone menghantam Pelabuhan Salalah, Oman. Drone tersebut meledakkan fasilitas tangki bahan bakar di pelabuhan tersebut, dalam video yang beredar di media sosial asap terlihat membubung tinggi usai ledakan itu memicu kebakaran besar.
Badan Pertahanan Sipil Oman langsung melakukan operasi pemadaman kebakaran yang terjadi akibat meledaknya tangki bahan bakar tersebut.
"Operasi pemadaman kebakaran ini mungkin membutuhkan waktu," tulis badan tersebut dikutip dari dari Reuters, Jumat (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Harga BBM di AS Naik Usai Perang dengan Iran |
Sebelumnya pada hari Rabu, TV negara Oman mengatakan drone menyerang tangki bahan bakar di pelabuhan. Kantor Berita Negara Oman langsung mengeluarkan laporan, serangan tersebut tidak akan memberikan gangguan terhadap kontinuitas pasokan minyak atau turunan minyak bumi di negara tersebut.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, mengakui fasilitas penyimpanan minyak yang diserang di pelabuhan Oman pada hari Rabu merupakan milik mereka. Namun, ditegaskan tidak ada kerusakan pada kapal dagang.
Sementara itu, Maersk mengatakan pada hari Rabu, semua operasi di Pelabuhan Salalah di Oman telah dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Sultan Oman dalam sebuah panggilan telepon bahwa insiden terkait Pelabuhan Salalah akan diselidiki.
Sebuah transkrip percakapan telepon antara kedua pemimpin yang diberikan oleh kantor berita negara Oman mengatakan bahwa Sultan Oman menyatakan ketidakpuasan dan kecaman terhadap serangan terhadap Oman.
Tonton juga video "Sirene Meraung di Langit Tel Aviv saat Drone Iran Bombardir Israel"
(hal/ara)










































