Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional
"Kita akan melaksanakan elektrifikasi energi terbarukan dari tenaga surya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya. Itu sudah keputusan saya dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," ujar Presiden Prabowo pada acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia, di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membangun PLTS, menurut Prabowo, pemerintah akan menjalankan program konversi motor listrik sebagai fokus percepatan dalam jangka pendek. Adapun ia menargetkan Indonesia sudah bisa swasembada energi dalam empat tahun mendatang.
"Kita sudah punya niat untuk swasembada energi, yang kita yakin akan tercapai dalam 4 tahun. Target ini tentunya memerlukan upaya keras dan percepatan dengan mengoptimalkan sumber-sumber energi alternatif yang kita miliki. Dengan akselerasi ini kita yakin permasalah energi ini dapat terselesaikan,"terang Bahlil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan perintah Presiden Prabowo bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional.
"Saat ini kita punya pembangkit itu masih pakai diesel, sebagian batubara, sebagian gas. Arahan Bapak Presiden, agar kita tidak tergantung pada fosil, khususnya diesel, maka diarahkan untuk kita membangun PLTS 100 gigawatt," tutur Bahlil.
Pembangunan PLTS berskala besar itu, lanjut Bahlil, dimaksudkan untuk mendorong percepatan transisi energi dengan memanfaatkan berbagai sumber alternatif.
"Optimalisasi pemanfaatan EBT kita lakukan bukan dengan PLTS saja, tapi juga dengan mempergunakan seluruh sumber daerah kita, seperti geothermal, maupun air. Nah, dengan kita memakai power plant seperti ini, maka kita tidak tergantung lagi dari luar negeri terhadap energi fosil," jelas Bahlil.
(hrp/hns)










































