Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM()) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih memantau pergerakan harga minyak dunia.
Bahlil mengatakan bilang dari pantauan pihaknya secara rata-rata sejak awal tahun ini harga minyak dunia belum melampaui US$ 70 per barel sesuai dengan asumsi dalam APBN.
"Sampai dengan sekarang, kita belum menghitung secara pasti tentang anggaran kenaikan subsidi. Sebab, sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui US$ 70 per barrel," terang Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya harga minyak dunia berada di bawah US$ 70 per barel. Kemudian, perlahan naik seiring perang konflik Timur Tengah memanas di level US$ 80-90 per barel. Bahkan sempat di level tertinggi US$ 112 per barel. Namun kini turun lagi di level US$ 100 per barel.
"Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah US$ 100. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya," kata Bahlil.
Bahlil menambahkan sejauh ini kondisi pasokan BBM di dalam negeri juga mencukupi kebutuhan nasional. Ada cadangan pasokan selama 23 hari.
Dia meminta masyarakat tak perlu panik dan melakukan pembelian berlebihan.
"Stok kita itu dalam kondisi yang aman, 23 hari, nggak perlu ada panic buying. 23 hari yang dimaksudkan itu adalah di dalam tangki kita," sebut Bahlil.
"Tapi kan produksi terus, kita produksi terus dan ada masuk terus," lanjutnya.
(hal/hns)










































