Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka-bukaan soal rencana mempensiunkan operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Kebijakan ini menjadi salah satu tugas utamanya sebagai pemimpin Satgas Transisi Energi Baru Terbarukan.
Setelah Satgas dibentuk minggu lalu, Bahlil bilang dirinya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil rapat tersebut, selepas Hari Raya Lebaran, pemerintah akan memulai untuk mengganti pembangkit listrik diesel dengan pembangkit tenaga surya dan panas bumi.
"Mungkin pas hari raya ini sudah bisa action dan pertama yang kita akan selesaikan adalah diesel-diesel, PLTD yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga adalah geothermal. Itu mungkin yang perlu saya sampaikan," sebut Bahlil usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya transisi penggunaan pembangkit listrik dengan bahan bakar solar menjadi penting. Terlebih lagi di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang memanas dan membuat pasokan dan harga minyak dunia terganggu.
"Karena dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang," beber Bahlil.
Bahlil bilang program transisi energi ini dititikberatkan pada optimalkan seluruh potensi energi terbarukan di dalam negeri sehingga ketahanan energi di Indonesia tidak terganggu apabila ada gejolak global.
"Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan seperti ini," terang Bahlil.
(hal/hns)










































