RI Masih Tergantung Impor Minyak, Ini Rincian Negara Pemasoknya

RI Masih Tergantung Impor Minyak, Ini Rincian Negara Pemasoknya

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2026 22:04 WIB
produksi migas indonesia
Ilustrasi impor minyak.Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) aman di tengah perang Timur Tengah. Pemerintah juga disebut telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menutup kekurangan pasokan BBM.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan penutupan Selat Hormuz sepanjang meningkatnya gejolak Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak perlu ditakuti Indonesia.

"Sekarang sekitar 19% impor minyak mentah Indonesia berasal dari Saudi Arabia (Timur Tengah), Kendati demikian, pemerintah sudah menyiapkan langkah preventif dengan mengimpor minyak dari negara yang tidak terdampak konflik," ujar Fathul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fathul merinci, impor minyak mentah yang dilakukan Indonesia berasal dari Nigeria sebanyak 34,07 juta barel sejak April 2025 sampai Maret 2026 atau 25% dari volume impor.

Kemudian dari Angola 28,50 juta barel atau sekitar 21%, dan dari negara lainnya 47,40 juta barel sekitar 35%.

ADVERTISEMENT

"Artinya kita lebih banyak mengimpor dari negara yang tidak terlibat konflik. Artinya pasokan BBM Indonesia tetap aman," ujarnya.

Sedangkan dari Arab Saudi, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah sebanyak 28,50 juta barel atau sekitar 19%.

Oleh sebab itu, Fathul meminta masyarakat tidak salah persepsi terhadap informasi cadangan BBM di Indonesia yang disebut hanya cukup untuk 20 hari ke depan.

Menurutnya, jumlah tersebut terjadi karena kondisi daya tampung yang dimiliki Pertamina masih terbatas. Akibatnya, ketersediaan BBM di storage Pertamina tidak berarti pasokan BBM Indonesia sedikit.

Diketahui saat ini kapasitas penyimpanan BBM nasional dari Pertamina hanya 6,10 juta KL atau 67%. Sedangkan non Pertamina ada 3,06 juta KL atau 33%.

"Hingga saat ini, cadangan operasional BBM Indonesia tergolong aman hingga setelah momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026," pungkasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads