Perang di Timur Tengah Memanas, RI Langsung Impor LPG dari AS

Perang di Timur Tengah Memanas, RI Langsung Impor LPG dari AS

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2026 20:02 WIB
Mobil Pertamina pengangkut LPG
Ilustrasi.Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah mengimpor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil demi mengantisipasi kekurangan pasokan LPG imbas perang antara AS dan Israel lawan Iran.

Bahlil menjelaskan rantai distribusi LPG global sedang mengalami dinamika. Total impor LPG Indonesia saat ini sebesar 7,6 juta, berasal dari Amerika Serikat sebanyak 70-72%, kemudian 20% persen lainnya dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain.

Guna mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, pemerintah menambah pasokan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, termasuk Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Sementara stok solar tidak mengalami gangguan karena seluruhnya berasal dari dalam negeri. Hal ini juga didukung oleh peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026 lalu, yang dapat meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri dan mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar 3,5 juta ton.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin masih diimpor dari Malaysia atau Singapura. Ke depan, Bahlil menegaskan tengah mendorong pembangunan kilang-kilang BBM untuk menambah produksi BBM dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

"Kita harus mengembangkan refinery kita, kilang-kilang kita, untuk semua kita produksi dalam negeri. Yang pada akhirnya kemudian nanti, kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja," jelas Bahlil

Pada kesempatan itu, Bahlil memastikan keamanan stok BBM dan LPG jelang Hari Raya IdulvFitri 2026. Hal ini disampaikan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3) kemarin.

Bahlil melaporkan, cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang ditetapkan. Kemudian Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 cadangan mencapai 28 hari dan RON 98 mencapai 31 hari. Sementara untuk solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai 16,41 hari, solar CN 53 mencapai 46 hari, dan Avtur 38 hari.

"Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak," tutup Bahlil.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads