Klaim AS Sudah Tangani Masalah Selat Hormuz

Klaim AS Sudah Tangani Masalah Selat Hormuz

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 15 Mar 2026 06:30 WIB
U.S. Defense Secretary Pete Hegseth attends a meeting with Britains Defence Secretary John Healey (not pictured) at the Pentagon in Washington, D.C., U.S., March 6, 2025. REUTERS/Kent Nishimura Purchase Licensing Rights
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.Foto: REUTERS/Kent Nishimura Purchase Licensing Rights
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengklaim telah menangani persoalan penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran beberapa minggu terakhir.

Menurutnya, penutupan Selat Hormuz tidak akan menimbulkan persoalan besar bagi dunia.

Melansir CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level US$ 93 per barel pada Jumat (13/3) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak bergerak naik dari level US$ 67 per barel sehari sebelum perang dimulai pada 28 Februari.

"Kami sudah menanganinya, dan tidak perlu khawatir tentang itu," ujar Hegseth dikutip dari CNBC, Sabtu (14/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Hegseth Pemerintah AS telah berencana membuka kembali jalur pengiriman di Selat Hormuz.

Hal ini ia tegaskan untuk membantah klaim sejumlah pihak yang menyebut AS tidak memiliki rencana membuka Selat Hormuz.

"Pada akhirnya, kami ingin melakukannya secara berurutan dengan cara yang paling masuk akal untuk apa yang ingin kami capai," katanya.

Namun, Hegseth tidak menyebut spesifik langkah yang akan ditempuh AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hegseth pun memperkirakan perusahaan pertahanan Iran akan hancur dalam waktu dekat.

"Satu-satunya hal yang menghambat transit di selat saat ini adalah Iran yang menembaki kapal," terangnya .

"Kami bekerja sama dengan mitra antarlembaga kami. Ini bukan situasi sulit yang akan kami biarkan tetap menjadi sengketa atau kurangnya arus barang internasional," Hegseth.

Sebelumnya, Hegseth juga sempat mengklaim berhasil menghancurkan perusahaan pertahanan Iran yang memproduksi komponen rudal balistik. Ia juga sempat mengatakan Mojtaba Khamenei terluka akibat perang tersebut.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan angkatan laut AS belum sepenuhnya siap mengawal kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Namun, pernyataan tersebut dibantah kemudian oleh Menteri Keuangan, Scott Bessent.

Bessent mengatakan, angkatan laut AS dan koalisi internasional akan mulai mengawal kapal melalui selat tersebut secara militer. RBC Capital Markets ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran bagi pasar.

"Ada keraguan yang signifikan bahwa layanan pengawalan kapal tanker Angkatan Laut AS yang kuat akan segera beroperasi," tulis laporan RBC.

Keraguan itu muncul seiring menguatnya fakta bahwa kemampuan militer Iran akan menimbulkan tantangan yang lebih besar daripada yang dihadapi AS selama Perang Tanker tahun 1980-an.

Catatan itu juga menyebut, US International Development Finance Corp menawarkan program asuransi senilai US$ 20 miliar untuk mendorong kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya untuk mulai melintasi Selat Hormuz. Namun, program ini belum disambut baik oleh pelaku pasar.

"Yang paling mengejutkan kami adalah sejumlah analis keamanan yang berbasis di Washington tampaknya bekerja dengan jangka waktu yang lebih panjang daripada pelaku pasar yang berada di luar wilayah Washington," tulis kepala strategi komoditas global RBS, Helima Croft.

Halaman 2 dari 2
(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads