Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) berada di atas standar minimum nasional.
Kondisi ini disampaikan usai kunjungan kerja ke Fuel Terminal (FT) Bandung Grup Padalarang di Bandung, Jawa Barat, Senin (16/3/2026).
Yuliot mengatakan rata-rata cadangan energi nasional saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ketentuan minimum nasional yang ditetapkan sekitar 21 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi secara nasional, jadi jauh di atas batasan minimum, tadi saya juga sudah sampaikan jadi untuk secara nasional itu rata-rata sekitar 27 sampai dengan 28 hari," ujar Yuliot.
Yuliot memaparkan hasil kunjungan hari ini ke FT Pertamina Group Padalarang yang mana pasokan energi di kawasan tersebut dipastikan dalam kondisi aman. Hal ini karena tingkat cadangan yang sebelumnya berkisar 7 hingga 8 hari kini telah ditingkatkan menjadi lebih dari 10 hari.
"Yang tadinya rata-rata itu secara layanan itu mungkin sekitar 7-8 hari, ini sudah ditingkatkan di atas 10 hari. Jadi ini merupakan bagian peningkatan layanan," katanya.
Yuliot menambahkan telah meminta kepada Pertamina untuk memberikan layanan yang bagus dan memastikan ketersediaan pasokan tidak terlambat selama periode mudik libur lebaran. Terlebih di jalur wisata yang memiliki potensi kepadatannya meningkat.
"Jadi antisipasinya itu adalah menyiapkan tangki-tangki ini pada daerah-daerah tertentu dan juga ada layanan melalui motor dan juga layanan mobile lain yang disiapkan oleh PT Pertamina, jadi untuk kenyamanan para pemudik itu juga dilakukan layanan bagaimana layanan yang ada di SPBU, baik milik Pertamina maupun layanan yang sifatnya lebih personal kepada pemudik," terang Yuliot.
(hrp/hns)










































