Kilang LPG Cilamaya Beroperasi, Kapasitas Produksi 163 Ton/Hari

Kilang LPG Cilamaya Beroperasi, Kapasitas Produksi 163 Ton/Hari

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2026 14:15 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pemanfaatan sumber daya minyak dan gas (migas) dalam negeri mencetak pencapaian baru dengan dimulainya penyaluran gas pertama (First Gas In) di LPG Plant Cilamaya dari Offshore North West Java (ONWJ), Minggu (15/3). Capaian ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah gas nasional dengan mengolahnya menjadi LPG.

Melalui pengolahan gas menjadi LPG, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sekitar 163 ton LPG per hari dan menghasilkan sekitar 300 barel kondensat per hari. Kapasitas produksi ini memberi nilai tambah terhadap pemanfaatan sumber daya migas nasional.

Salah satu pengembang fasilitas LPG Plant Cilamaya, PT Energi Nusantara Perkasa, disebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan gas dari ONWJ. Dengan begitu, pemanfaatan fasilitas dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi sumber daya gas domestik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Direktur Operasional Energi Nusantara Perkasa, Pribadi Wardojo menyampaikan pencapaian First Gas In ini merupakan tonggak penting dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas domestik.

ADVERTISEMENT

"Keberhasilan First Gas In LPG Plant Cilamaya menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri dapat mendorong percepatan pemanfaatan gas domestik yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan melalui pengolahan gas menjadi LPG serta mendukung peningkatan pasokan energi nasional," ujar Pribadi Wardojo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).

Selain mendukung peningkatan pasokan LPG domestik, inisiatif ini dianggap dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan lifting migas nasional, peningkatan penerimaan negara, serta optimalisasi pemanfaatan gas domestik.

Pemanfaatan gas ONWJ diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional. Keberhasilan First Gas In LPG Plant Cilamaya juga menjadi bukti kolaborasi pemerintah, regulator, dan pelaku industri.

"Ke depan, sinergi ini diharapkan terus memperkuat upaya pengelolaan sumber daya migas nasional guna mendukung ketahanan energi serta memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat Indonesia," tutupnya.

Simak juga Video: Bahlil: RI Bakal Impor BBM-LPG dari AS Sebesar Rp 252 T

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads