Negara Tetangga RI Mulai Kalang Kabut Gara-gara BBM

Negara Tetangga RI Mulai Kalang Kabut Gara-gara BBM

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2026 06:45 WIB
Negara Tetangga RI Mulai Kalang Kabut Gara-gara BBM
Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa
Jakarta -

Negara tetangga Indonesia mulai terdampak konflik di Timur Tengah. Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran telah menyebabkan gangguan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Thailand dan Singapura.

Di Thailand, harga solar telah naik 4-5 baht atau Rp 2.000-3.000 (kurs Rp 523) per liter dalam beberapa hari terakhir. Perang berkepanjangan antara AS-Israel lawan Iran dikhawatirkan semakin mengganggu rantai pasok dan kenaikan harga BBM di seluruh negeri.

"Bagi masyarakat tidak akan ada kekurangan minyak, tetapi mungkin akan ada dampak pada harga," kata seorang senator untuk Songkhla dan Juru Bicara Komite Senat tentang Militer dan Keamanan Negara, Chaiyong Maneerungsakul dikutip dari Bangkok Post, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga BBM muncul di beberapa bagian Utara dan Selatan Thailand karena pengiriman BBM dari depot menurun, sedangkan permintaan meningkat. Di sebuah SPBU di provinsi Mae Hong Son, pemilik Adul Payomdong mengatakan SPBU-nya telah menaikkan harga eceran karena kenaikan biaya grosir.

ADVERTISEMENT

"Saya berencana untuk menangguhkan penjualan BBM sementara karena kami tidak dapat bersaing dengan harga SPBU besar. Tetapi pelanggan tetap kami mengatakan mereka bersedia untuk terus membeli meskipun harganya disesuaikan, jadi saya memutuskan tetap beroperasi untuk saat ini," ucapnya.

SPBU milik pribadi itu menjual solar seharga 40,50 baht atau Rp 21.181 per liter, gasohol 95 seharga 37,60 baht atau Rp 19.664 dan bensin seharga 46 baht atau Rp 24.058.

Di tengah kenaikan harga BBM, antrean di sejumlah SPBU justru mengular karena masyarakat khawatir akan kekurangan pasokan. Kecemasan berlanjut meskipun Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul telah memberikan jaminan bahwa Kementerian Energi akan terus memantau situasi.

Beberapa SPBU memasang pengumuman bahwa jenis bahan bakar tertentu khususnya E85 dan E91 (Gasohol 91) untuk sementara tidak tersedia. Antrean panjang dilaporkan di seluruh distrik perkotaan, dengan banyak pengendara mengisi BBM sebelum bekerja.

Lebih jauh ke utara di Chiang Rai, pemandangan serupa terjadi. Banyak SPBU kehabisan bahan bakar dan tutup lebih awal karena keterbatasan jenis bahan bakar tertentu, sementara yang lain menutup penjualan sepenuhnya.

Di seberang perbatasan di Tachileik, Myanmar, harga BBM juga melonjak tajam. BBM botol yang sebelumnya dijual seharga 100-200 baht untuk 1,5 liter pada siang hari, naik menjadi 250 baht pada malam hari dengan volume dikurangi menjadi 700 mililiter.

Pemerintah pun membatasi pembelian BBM hanya untuk pengisian langsung ke kendaraan dan melarang pembelian dalam jumlah besar ke dalam drum atau tangki penyimpanan. Jam operasional juga dikurangi dari pukul 6 pagi hingga 10 malam, menjadi tutup lebih awal pukul 6 sore.

Singapura Naikkan Harga BBM Berkali-kali

Harga BBM di SPBU Singapura bahkan naik melampaui rekor tertinggi sejak 2022 saat Rusia invasi Ukraina. Caltex menaikkan harga BBM RON 95 sebesar 10 sen menjadi US$ 3,45 atau Rp 58.305 (kurs Rp 16.900) per liter pada 13 Maret 2026, lebih tinggi dari rekor sebelumnya US$ 3,42 per liter.

Sementara itu, harga BBM RON 95 di Shell, Esso dan Sinopec adalah US$ 3,40 atau Rp 57.460 per liter. Harga termurah US$ 3,39 atau Rp 57.291 per liter di SPC (Singapore Petroleum Company).

BBM RON 92 dan RON 98 yang disebut premium juga melampaui harga tertinggi sejak 2022. Terkadang para operator SPBU menaikkan harga BBM lebih dari sekali dalam sehari.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads