Parah, Harga BBM di Malaysia Naik Dua Minggu Berturut-turut

Parah, Harga BBM di Malaysia Naik Dua Minggu Berturut-turut

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2026 03:30 WIB
Mobil pelat Singapura isi BBM di Malaysia pakai dongkrak
Foto: Mothership
Jakarta -

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia melonjak tajam selama dua pekan berturut-turut. Kenaikan harga BBM ini sebagai upaya pemerintah menyesuaikan harga domestik dengan kondisi pasar global di tengah konflik Timur Tengah yang kian memanas.

Mengutip dari media lokal malaymail, Jumat (20/3/2026), penyesuaian harga BBM ini berlaku mulai hari ini hingga 25 Maret 2026. Harga bensin RON97 naik drastis sebesar 70 sen menjadi 4,55 ringgit Malaysia per liter. Sementara itu, harga solar di Semenanjung Malaysia mencetak rekor terbaru dengan kenaikan 80 sen menjadi 4,72 ringgit Malaysia per liter.

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) tetap mempertahankan harga BBM subsidi guna memastikan perlindungan masyarakat tetap berjalan. Harga BBM subsidi 'BUDI95' tetap dipatok di 1,99 ringgit Malaysia per liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk bensin RON95 nonsubsidi, harga tetap tidak berubah di angka 3,27 ringgit Malaysia per liter pada periode ini. Selain itu, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan dijaga stabil pada batas atas regional sebesar 2,15 ringgit Malaysia per liter guna memastikan stabilitas harga di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Penyesuaian harga ini seiring kenaikan harga BBM pada 12 Maret lalu saat eskalasi konflik di Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS). Kementerian Keuangan menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan harga pasar secara bertahap. Kebijakan ini juga dinilai untuk tetap menjaga daya beli serta subsidi tepat sasaran.

Kementerian Keuangan menekankan penyesuaian berkala ini diperlukan untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang rakyat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah memburuknya situasi energi global. Dengan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah berupaya mencegah lonjakan drastis biaya hidup bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun pasokan minyak mentah global masih sangat tidak pasti.

Pemerintah Malaysia berkomitmen akan terus memantau pergerakan pasar internasional dengan saksama seiring perkembangan situasi di Timur Tengah.

(rea/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads