Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM di Atas Rata-rata Operasional

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM di Atas Rata-rata Operasional

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2026 20:58 WIB
Pertamina
Foto: Rahmat Khairurizqi/detikcom
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM selama periode mudik Lebaran 2026 berada di atas rata-rata operasional harian. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi di berbagai wilayah.

Kondisi ini disiapkan agar distribusi energi tetap terjaga selama arus mudik hingga arus balik, termasuk di sejumlah daerah yang menjadi titik atensi pasokan.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengatakan kesiapan pasokan energi untuk Ramadan dan Idulfitri telah dipersiapkan sejak jauh hari melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM, baik selama arus mudik maupun arus balik.

ADVERTISEMENT

"BBM cukup, dalam konteks cukup ini kita berada di level di atas stok rata-rata operasional kita. Jadi, kilang kita beroperasi maksimal jadi kilang kita setting model operasi kuantifik, kilang akan mengejar volume produksi semaksimal mungkin. Selain itu juga beberapa lokasi SBPU kita siapkan operasional 24 jam, mobil tangki pun itu kita siapkan ada lokasi-lokasi kantor," ujar Mars Ega di Serambi MyPertamina Rest Area Tol Batang-Semarang KM 379, Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).

"Selain itu, kita juga memastikan armada kapal. Ini juga saat ini Alhamdulillah beroperasi maksimal sehingga pasokan-pasokan untuk wilayah antar pulau ini juga secara umum dapat dilakukan dengan baik," sambungnya.

Stok BBM Jawa Tengah Didukung Koneksi Kilang dan Jaringan Pipa

Mars Ega menjelaskan, kondisi stok BBM di wilayah Jawa Tengah saat ini berada dalam posisi aman, didukung oleh keberadaan kilang dan jaringan distribusi pipa yang saling terhubung.

"Di Jawa Tengah ini Alhamdulillah stok secara umum rata-rata di atas 21 hari dan khusus Jawa Tengah sesungguhnya ini sangat mantap. Kenapa? Karena ada kilang, dari kilang Kilang Cilacap itu berkoneksi pipa ke Yogyakarta ke Boyolali, bahkan kami sedang membangun pipa dari Boyolali ke Semarang. Dari Cilacap juga terkoneksi pipa itu sampai ke Bandung," jelasnya.

"Sehingga sebetulnya stok di Jawa Barat sama dengan Jawa Tengah ini, kalau ada apa-apa kan cepat karena kita hanya membuka keran pipa dan terkoneksi dengan kilang. Jawa Barat dan DKI Jakarta juga terkoneksi dengan kilang di Balongan. Sehingga Jawa Tengah ini secara umum stok sangat baik," lanjut Mars Ega.

Wilayah Kepulauan Jadi Atensi Pasokan BBM di Pulau Jawa

Pertamina Foto: Pertamina

Selain wilayah utama di Pulau Jawa, perhatian khusus juga diberikan pada daerah kepulauan yang membutuhkan distribusi energi dengan perencanaan lebih matang.

Menurut Mars Ega, wilayah seperti Karimunjawa, Kepulauan Seribu, dan Pulau Bawean menjadi titik atensi karena pengiriman pasokan harus dilakukan lebih awal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.

"Dan saat ini tantangan cuaca alhamdulillah cukup bersahabat. Berbeda dengan situasi Natal tahun lalu yang mungkin banyak hujan, gitu ya. Sekarang juga praktis cuaca selalu bersahabat," sambungnya.

Pasokan BBM ke Wilayah Pascabencana Jadi Prioritas

Untuk wilayah Sumatera, daerah pascabencana juga menjadi perhatian khusus dalam distribusi energi, terutama untuk wilayah yang membutuhkan dukungan logistik lebih intensif.

Mars Ega menegaskan sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Kepulauan Mentawai masuk dalam wilayah atensi pasokan BBM.

"Untuk kilang Dumai akan membekap Sumatera bagian utara, jadi mulai dari Sumatera Utara, Aceh itu sebagai besar dari kilang Dumai. Untuk Sumatera bagian Selatan sampai dengan Lampung hingga Bengkulu itu dari kilang Plaju," tegasnya.

Stok LPG Dipastikan Tetap Aman saat Permintaan Naik

Mars Ega juga memastikan pasokan LPG selama periode mudik tetap berjalan normal meski terjadi peningkatan konsumsi masyarakat. Ia menjelaskan, kenaikan permintaan merupakan hal yang wajar seiring meningkatnya mobilitas selama Ramadan dan Idulfitri.

"Tapi kalau stok, tadi Pak Wamen ESDM menyampaikan kita akan terus produksi dan kita akan terus tambah. Dan itu sebetulnya adalah operasi biasa seperti air di rumah. Begitu dipakai airnya turun nanti pompanya akan mengisi lagi," ujarnya.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads