Purbaya Jamin APBN Tak Akan Tekor Lebih dari 3% Meski Harga Minyak Meroket

Purbaya Jamin APBN Tak Akan Tekor Lebih dari 3% Meski Harga Minyak Meroket

Herdi Alif Al Hikam, Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2026 20:48 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026
Menkeu Purbaya/Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin kondisi fiskal Indonesia masih aman, meski harga minyak mentah dunia naik tinggi. Kenaikan harga minyak mentah dunia ini seiring dengan konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel kian memanas.

Hal tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto hari ini. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menyebut Prabowo bertanya terkait kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini.

"Dia tanya kondisi anggaran gimana. Saya bilang aman dengan beberapa action. Jadi, seharusnya sih enggak ada masalah," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menerangkan pemerintah akan mengumumkan kepada publik terkait langkah-langkah yang akan ditempuh untuk memastikan APBN tetap aman dalam waktu dekat. Ia memastikan pihaknya telah menghitung dan mempersiapkan APBN aman.

Salah satu poin yang ditegaskan Purbaya adalah komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran agar tidak melampaui batas yang telah ditetapkan 3%. Ia memastikan opsi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk memperlebar defisit belum diperlukan.

ADVERTISEMENT

"Aman tuh saya enggak akan nembus 3% dari PDB ya, defisit. Enggak (ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang), sudah kita hitung, kita siapin semua kira-kira aman," tegas Purbaya.

Terkait asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipatok sebesar US$ 70 per barel dalam APBN, Purbaya mengakui adanya potensi pelebaran beban jika harga pasar terus bertengger di atas US$ 100 per barel.

Jika pemerintah hanya berdiam diri tanpa melakukan penyesuaian, defisit bisa bengkak hingga 3,6%. Namun, ia memastikan pemerintah sudah menyiapkan serangkaian strategi mulai dari penghematan belanja hingga optimalisasi pendapatan.

"Even dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Dan kita akan melakukan langkah-langkah, entah penghematan, entah ini, peningkatan pendapatan, supaya APBN kita aman. Dan sampai sekarang hitungannya sih masih aman," jelas Purbaya.

"Kan ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk memastikan itu (defisit) enggak tembus. Dan kita juga ada windfall profit kan. Kita akan maksimalkan windfall profit juga. Jadi, seharusnya enggak ada masalah," imbuh ia.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads