Pemerintah Setop Sementara 1.000 Lebih Dapur MBG & Perketat Standar

Pemerintah Setop Sementara 1.000 Lebih Dapur MBG & Perketat Standar

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2026 15:30 WIB
Petugas merapikan dan menyusun food tray atau piring makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antapani Kulon.
Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Jakarta -

Sebanyak lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diberhentikan sementara atau di-suspend. Presiden Prabowo Subianto menyebut langkah ini bukan berarti menghentikan program MBG.

Prabowo bilang ini merupakan bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan kepada masyarakat. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

"Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu. Yang sudah di-suspend, 1.030," ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor dikutip, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar.

ADVERTISEMENT

Prabowo menyebut dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung disuspend hingga dilakukan perbaikan.

Pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik, dengan menyediakan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, maupun orang tua untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program di lapangan.

Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik menjadi kunci agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran.

"Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam tata kelola program, yakni meninggalkan praktik laporan yang tidak sesuai fakta. Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem, serta memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

"Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas," ujarnya.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads