Daftar Harga Minyak yang Turun Usai Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Daftar Harga Minyak yang Turun Usai Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 23 Mar 2026 21:07 WIB
Harga minyak melonjak dekati US$ 80/barel imbas serangan AS ke situs nuklir Iran. Ketegangan di Timur Tengah picu kekhawatiran pasokan global.
Ilustrasi.Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Harga minyak merosot tajam pada Senin (23/3/2026). Kondisi ini dipicu pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan ke pembangikit listrik Iran, sekaligus menyampaikan pembicaraan sedang berlangsung antara AS dan Iran berpotensi mengakhiri perang.

Mengutip Reuters, Senin (23/3/2026) Tak berselang lama dari pengumuman tersebut, harga minyak dunia tercatat turun lebih dari 13% pada perdagangan Senin. Harga minyak mentah Brent berjangka misalnya, turun sekitar US$17 atau sekitar 15% ke level US$ 96 per barel pada pukul 11:08 GMT.

Kemudian untuk minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS, tercatat turun US$ 13 atau sekitar 13,5% ke level terendah sesi sebesar US$ 85,28.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun terjadi penurunan, harga minyak mentah tetap sepertiga lebih tinggi daripada sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social,dikutip dari CNN, Senin (23/3/2026)

ADVERTISEMENT

Trump menambahkan, pembicaraan akan berlanjut di sepanjang minggu ini. Trump juga bilang telah menginstruksikan Departemen Perang AS untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

"Tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjutnya.

Namun demikian, belum jelas apakah Iran setuju dengan versi yang disampaikan Trump. Perubahan dramatis Trump ini terjadi hanya dua hari setelah ia mengatakan AS akan membombardir pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Senin malam.

Saksikan juga Sosok: Mimpi Yoga "Yow" Ardian, Lahirkan Juara Akrobat dari Gang Sempit Jakarta

(shc/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads